Ketua DPD RI dukung langkah pemerintah galang dukungan untuk Palestina

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mendukung langkah pemerintah menggalang dukungan untuk Palestina pada Pertemuan Luar Biasa tingkat wakil tetap negara anggota Organisasi Kerja sama Islam (OKI).

"Langkah pemerintah yang menggalang dukungan untuk pembebasan dan kemerdekaan Palestina sangat patut diapresiasi," ujarnya saat masa reses di Surabaya, Jumat.

Melalui prakarsa Indonesia, pertemuan luar biasa itu telah berhasil terselenggara di markas OKI di Jeddah pada 25 April 2022.

Menurut dia, negara-negara OKI perlu memiliki langkah yang terukur untuk menghentikan agresi militer Israel terhadap Palestina.

Baca juga: Melalui pertemuan OKI, Indonesia galang dukungan untuk Palestina

Agresi ini, kata LaNyalla, bukan hanya membuat kekacauan dan gangguan sehingga masyarakat Palestina tidak dapat beribadah dan jatuh sebagai korban.

"Tapi ini sudah genosida, dan ini harus segera dihentikan," tegas senator asal daerah pemilihan Jawa Timur tersebut.

LaNyalla menilai Israel tidak cukup hanya dikecam, karena yang dilakukan sudah masuk dalam kejahatan kemanusiaan.

Mantan Ketua KADIN Jatim itu bahkan dengan tegas menyampaikan Israel sudah melakukan pembantaian terhadap kelompok masyarakat lainnya melalui penindasan dan kekerasan.

"Hal-hal seperti ini sudah harus dihapuskan di atas bumi. Maka harus dilakukan tindakan konkret dan terukur oleh negara-negara di dunia agar mereka benar-benar menghentikan serangan di jalur Gaza dan area suci kompleks Masjid Al-Aqsa," katanya.

Sementara itu, belum lama ini pasukan Israel kembali melakukan penyerangan kepada warga di Kompleks Masjid Al-Aqsa, Palestina.

Sekitar 42 warga Palestina menderita luka akibat serangan brutal tentara Israel, Jumat pagi tadi.

Baca juga: Indonesia inisiasi pertemuan OKI bahas konflik Israel-Palestina

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel