Ketua DPD RI minta panitia PON Papua antisipasi dua masalah non teknis

Rr. Cornea Khairany
·Bacaan 2 menit

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, meminta panitia lokal PON Papua segera menyiapkan langkah-langkah antisipasi dua tantangan non teknis, yaitu penyebaran pandemi COVID-19 dan penyakit malaria.

"Tantangan non teknis pada PON Papua ini jelas tidak mudah. Hal ini harus diperhatikan dan diantisipasi. Karena ini juga menyangkut kebugaran agar atlet bisa mencapai performa terbaiknya selama event," kata LaNyalla dalam keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Rabu.

Kedua masalah teknis itu jika tidak diantisipasi akan menjadi ancaman serius bagi para atlet dan ofisial kontingen yang akan berlaga di PON XX 2021.

PON XX Papua 2021 dijadwalkan berlangsung 2-13 Oktober 2021. Pesta olahraga terbesar Tanah Air yang untuk pertama kalinya digelar di tanah Papua ini akan melibatkan empat daerah sekaligus, yaitu Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika dan Kabupaten Merauke.

Baca juga: Wagub Papua: Masyarakat sekitar venue PON wajib vaksinasi COVID-19
Baca juga: Mengejar sukses penyelenggaraan PON di tengah pandemi COVID-19

Senator asal Jawa Timur itu pun meminta agar permasalahan non teknis tersebut menjadi perhatian penuh panitia lokal.

"KIta tentu tidak ingin ada Kejadian Luar Biasa sehingga perlu penanganan khusus bidang kesehatan. Kalau itu terjadi, bukan hanya atlet yang terganggu, seluruh pelaksanaan PON bisa bermasalah. Jadi antisipasi sejak awal," ujar LaNyalla.

Ketua Dewan Kehormatan Kadin Jawa Timur itu juga mengingatkan jika euforia pada PON XX akan sangat berbeda dari pelaksanaan sebelumnya.

"Karena, inilah pertama kalinya PON digelar di Tanah Papua. Kita dapat pastikan euforia akan sangat tinggi. Untuk itu, panitia lokal harus memfokuskan pada antisipasi terjadinya pandemi baru, apalagi ada kemungkinan perhelatan ini ditonton langsung," tuturnya.

LaNyalla pun dengan tegas meminta agar persiapan teknis dan non teknis tidak diabaikan.

"Persiapkan berbagai perencanaan dengan matang, khususnya dalam melakukan antisipasi jika terjadi permasalahan di lapangan," pungkasnya.

Baca juga: Bengkulu targetkan emas cabang olahraga sambo pada eksibisi PON Papua
Baca juga: Atlet Pelatda Sumut mendapatkan vaksin COVID -19 hadapi PON di Papua
Baca juga: PB PON Papua: CdM Meeting II jawab kekurangan persiapan PON