Ketua DPD sebut ekspor Master Kidz jadi angin segar bagi perekonomian

Faisal Yunianto
·Bacaan 1 menit

Ketua DPD RI LaNyalla Mahmud Mattalitti menilai ekspor perdana produk mainan anak-anak oleh PT Master Kidz Indonesia ke Amerika Serikat menjadi angin segar bagi perekonomian Indonesia di awal 2021.

"Pemulihan sektor perekonomian dalam track yang baik. Jika sebelumnya Presiden Jokowi menyatakan pihak asing meminati Surat Utang Negara, kali ini kita diberikan kabar baik ekspor perdana PT Master Kidz Indonesia. Kita berharap ekspor-ekspor lain segera menyusul," kata LaNyalla di Jakarta, Kamis.

Sebagai informasi, PT Master Kidz Indonesia adalah perusahaan mainan asal Hongkong yang baru beroperasi pada Desember 2020 lalu di Kawasan Industri Kendal (KIK).

Menurut LaNyalla, ekspor perdana PT Master Kidz bis membantu mempercepat pemulihan perekonomian, khusus di kawasan Kendal dan sekitarnya.

Ia juga berpendapat produk mainan berbahan kayu memiliki peluang besar untuk menguasai pasar Amerika Serikat dan ASEAN.

"Produk mainan anak-anak yang terbuat dari bahan kayu sepertinya harus lebih lebih digenjot karena potensinya sangat tinggi. Selain dapat memenuhi pasar Amerika Serikat, mainan berbahan kayu juga memiliki peluang yang bagus untuk dapat memenuhi pasar ASEAN," kata dia.

Ia berharap peningkatan produksi bisa terus dilakukan karena mampu menyerap tenaga kerja lokal dengan lebih signifikan. Selain itu, ia meminta agar perusahaan juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan, apalagi material produksi berbahan dasar kayu, yang harus ditanam kembali.

Ekspor perdana PT Master Kidz Indonesia dilakukan melalui Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang. Perusahaan yang memiliki nilai investasi 9,28 juta dolar AS ini memulai konstruksi sejak Oktober 2019.

Kini, PT Master Kidz Indonesia telah siap memasarkan produk mereka berupa mainan anak-anak dari bahan kayu seperti mainan tematik untuk pendidikan, mobil-mobilan, puzzle, dan lainnya.

Baca juga: Kemenperin dorong industri mainan anak tingkatkan ekspor
Baca juga: DPD apresiasi ekspor masker dan alkes Rp2,97 triliun saat pandemi
Baca juga: Mendag: Peningkatan daya saing kunci ekspor jamu saat pandemi