Ketua DPD sebut pengentasan kemiskinan harus secara fundamental

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) La Nyalla Mahmud Mattalitti mengatakan pengentasan kemiskinan tidak cukup hanya dengan kuratif tetapi harus secara fundamental.

“Pekerjaan kita untuk mengentaskan kemiskinan tidak cukup dengan melakukan upaya yang bersifat kuratif dan karitatif. Tetapi harus dilakukan dengan fundamental,” ujar La Nyalla dalam seminar internasional dengan topik “The Capstone of Collaboration and Innovation to Empowerment for All People” yang diselenggarakan Prodi Penmas FIP UNJ di Jakarta, Selasa.

Pengentasan kemiskinan dilakukan secara fundamental dikarenakan penyebabnya juga dikarenakan persoalan yang fundamental, yaitu ketidakadilan yang berkorelasi dengan kebijakan dan kekuasaan.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama, Dr Totok Bintoro, mengatakan UNJ melalui program pendidikan masyarakat terus berupaya mengembangkan pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat cerdas berkelanjutan.

Baca juga: Di balik "kegagalan" kampus ikut atasi kemiskinan

Baca juga: Kemensos libatkan Pejuang Muda Kampus Merdeka atasi kemiskinan

Seminar internasional tersebut bagian dari upaya UNJ untuk percepatan menjadi World Class University (WCU), sarana bertukar pikiran mengenai permasalahan dalam lingkup pendidikan masyarakat, peningkatan sumber daya manusia, pendidikan Masyarakat melalui penciptaan iklim dan budaya meneliti, serta meningkatkan jalinan kerja sama.

Dekan FIP UNJ, Prof Fahrurrozi, mengatakan perlu kolaborasi berbagai pihak, khususnya para akademisi pendidikan masyarakat agar dapat berkontribusi dalam penyelesaian permasalahan masyarakat.

Langkah yang dilakukan dengan mengembangkan program studi yang dapat menjadi pusat pengembangan pendidikan, pembelajaran, dan keilmuan bidang pendidikan masyarakat untuk menghasilkan SDM yang memiliki kecakapan abad 21 dan selaras dengan kebutuhan pembangunan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, ujarnya.

Seminar tersebut diharapkan dapat mempertemukan sejumlah PTN dan PTS yang memiliki program studi Pendidikan Masyarakat beserta berbagai jaringan mitranya untuk memperkuat sinergitas dan kerja sama yang baik di lingkup daerah, nasional ataupun internasional dalam pelaksanaan kegiatan Tridharma perguruan tinggi dengan berfokus pada 18 kelompok sasaran masyarakat yang rentan terhadap berbagai persoalan sosial dan ekonomi.

Baca juga: Kemendes PDTT gandeng ITS untuk berdayakan desa tertinggal

Baca juga: BRIN dorong inovasi pemberdayaan dan pembangunan daerah perbatasan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel