Ketua DPD yakini Indonesia dapat keluar dari kesulitan utang

·Bacaan 1 menit

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) AA LaNyalla Mattalitti menyakini Indonesia dapat keluar dari kesulitan utang yang makin membengkak dalam situasi pandemi COVID-19.

"Memang kondisi ini bisa jadi preseden buruk sepanjang tahun ini. Namun, kita harus tetap optimistis dapat keluar dari masalah ini," kata LaNyalla di Jakarta, Minggu.

Ia mengatakan Indonesia saat ini sedang menghadapi masa sulit akibat lesunya sektor ekonomi dan penanganan sektor kesehatan besar-besaran yang membutuhkan biaya tinggi.

Kondisi tersebut menyebabkan Indonesia harus menambah utang pemerintah untuk pembiayaan APBN, yang hingga akhir Mei 2021 tercatat mencapai total keseluruhan Rp6.418,15 triliun.

Namun, ia optimistis pemerintah bisa mengelola utang tersebut dan kondisi ini tidak akan menyebabkan masalah baru seperti ketidakstabilan sosial maupun politik.

"Pemerintah sedang menggenjot iklim investasi dan menumbuhkan industri. Jadi, kita masih punya harapan besar melalui program pemulihan ekonomi nasional," kata LaNyalla.

Ia mengharapkan upaya pemerintah ini juga didukung oleh sinergi dengan otoritas di daerah, terutama dalam melakukan inovasi pengembangan untuk mendorong potensi sumber ekonomi baru.

"Inovasi sangat dibutuhkan, baik di tingkat pusat maupun daerah, karena, pemerintah perlu mendapatkan solusi untuk memecahkan defisit anggaran, dan harus kita ikhtiarkan tanpa harus membebani masyarakat," katanya.

Sebelumnya, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun 2020 mengingatkan adanya peningkatan risiko dalam pengelolaan utang semasa pandemi COVID-19.

Selain itu, BPK juga mengingatkan masih adanya temuan dalam belanja penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional yang belum sesuai pencatatan dan prosedur berlaku.

Baca juga: Ketua DPD RI imbau DKI kaji rencana naikkan tarif parkir maksimal
Baca juga: Ketua DPD sesalkan pengeroyokan menewaskan santri di Ponorogo
Baca juga: LaNyalla: DPD akan tindak lanjuti laporan BPK

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel