Ketua DPR: Hak politik Sultan tidak Hilang

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Ketua DPR Marzuki Alie mengatakan Sultan Hamengkubuwono X maupun Paku Alam tetap memiliki hak politik untuk memilih dandipilih. Artinya meskipun Sultan dan Paku Alam dilarang menjadi anggota Partai Politik, keduanya tetap bisa mengikuti Pemilu.

"Hak politik Sultan tidak akan dinafikkan. Dia (Sultan) tetap bisa menjadi Presiden, Wakil Presiden, maupun jabatan politik lainnya," kata Marzuki kepada wartawan di Kompleks MPR/DPR, Senayan Jakarta.

Marzuki mengatakan larangan berpartai politik bagi Sultan bertujuan agar Sultan menjadi simbol pemimpin yang mengayomi semua golongan. Dia mengatakan jabatan raja yang melekat pada Sultan sangat istimewa. Ini karena Sultan dinobatkan sebagai raja tanpa proses Pemilu.

Berkaca dari hal itu menurut Marzuki akan lebih baik Sultan tidak menjadi partisan partai politik tertentu. "Karena partai akan mengkotak-kotakkan Sultan nantinya. Maka lebih baik tidak berpartai," ujar Marzuki.

Marzuki menyarankan seluruh pejabat pemerintahan seperti Gubernur, Wali Kota, dan Bupati untuk melepaskan jabatan sebagai kader partai politik. Hal ini untuk mengurangi konflik kepentingan dalam menjalankan pemerintahan. Namun begitu, Marzuki tidak ingin menyalahkan jika ada kepala pemerintahan yang tetap menjadi kader partai politik.

"Sah-sah saja jika memang hal itu (berpartai) diinginkan," ungkap Marzuki yang juga Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat.

Sebagaimana diketahui, Rancangan Undang-undang Keistimewaan (RUUK) Daerah Istimewa Yogyakarta mensyaratkan Gubernur dan Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta bukanlah anggota partai politik.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.