Ketua DPR: Perlu masifkan sosialisasi-edukasi penyakit cacar monyet

Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah untuk memasifkan sosialisasi dan edukasi penyakit cacar monyet meskipun hingga kini belum ditemukan di Indonesia karena Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan penyakit tersebut sebagai darurat global (PHEIC).

“Cacar monyet sudah menyebar di puluhan negara berdasarkan laporan WHO. Belajar dari pengalaman kita menghadapi COVID-19, Indonesia harus siaga terhadap penyakit cacar monyet atau monkeypox," kata Puan dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Hal itu dikatakannya terkait pernyataan WHO yang menyebutkan sudah ada sekitar 16.000 kasus cacar monyet yang dikonfirmasi di 75 negara, meskipun sebagian besar kasus berasal dari Eropa dengan 5 kematian terjadi di Afrika.

Puan mendorong pemerintah mengantisipasi masuknya penyakit yang disebabkan oleh Monkeypox Virus (MPXV) tersebut.

Baca juga: Puan: HAN 2022 jadi momentum tingkatkan kesejahteraan anak

Menurut dia, pemerintah perlu melakukan deteksi dini karena penyakit cacar monyet telah dideklarasikan sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional.

"Saya mengapresiasi langkah pemerintah menyiapkan dua laboratorium sebagai upaya deteksi dini monkeypox. Pastikan fasilitas kesehatan sudah siap menghadapi penyakit ini, tenaga medis perlu diingatkan untuk peka terhadap potensi pasien cacar monyet yang menyerang warga," ujarnya.

Dia menilai kesiapsiagaan pemerintah menghadapi cacar monyet dapat meredam keresahan masyarakat dan DPR RI akan terus mengawal persiapan pemerintah mengantisipasi penyakit tersebut.

Baca juga: DPR saran penyusunan upah pertimbangkan kenaikan harga kebutuhan pokok

Menurut dia, DPR melalui Komisi IX akan ikut memastikan Pemerintah sudah siap apabila cacar monyet masuk ke Tanah Air dan bagaimana skenario yang akan dilakukan terhadap kemungkinan terburuk akibat penyakit tersebut.

"Untuk menghindari penularan, kita harus semakin menyadari untuk menerapkan gaya hidup sehat. Termasuk tidak menggunakan barang pribadi bersamaan dengan orang lain seperti handuk dan alat makan," katanya.

Puan menyarankan masyarakat apabila mengalami demam bersamaan dengan sakit kepala hebat, pembengkakan anggota tubuh, sakit punggung, nyeri otot, kelesuan, ruam, dan lesu segera mendatangi fasilitas kesehatan.

Baca juga: Puan: RUU KIA atur negara beri bantuan asupan gizi bagi ibu dan anak

Dia mengingatkan cacar monyet bisa menular dari ibu hamil ke janinnya atau dari orang tua ke anak selama masa kehamilan atau setelah kelahiran melalui kontak kulit dengan kulit.

"Karena itu, pentingnya Rancangan Undang-undang Kesejahteraan Ibu dan Anak (KIA) untuk memastikan jaminan kesehatan kepada ibu dan anak dilakukan secara terpadu,” tegasnya.

Dia mendorong pemerintah terus mengembangkan kerja sama dengan negara-negara sahabat sebagai tindakan pencegahan penyakit cacar monyet, terutama menyangkut penyediaan vaksin karena WHO telah merekomendasikan agar negara-negara menerapkan respons terkoordinasi, termasuk mempercepat penelitian vaksin, terapi, dan alat lainnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel