Ketua DPR sampaikan belasungkawa tragedi di Korsel

Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan belasungkawa atas tragedi dalam perayaan Halloween Itaewon di Korea Selatan yang menimbulkan banyak korban.

"Atas nama DPR RI, saya menyampaikan duka mendalam atas tragedi yang terjadi di Itaewon, khususnya kepada seluruh warga Korea Selatan," kata Puan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.

Ia mengingatkan kepada seluruh pihak untuk lebih memperhatikan kerumunan orang pada kegiatan-kegiatan yang mulai ramai usai kondisi pandemi COVID-19 membaik.

Terdapat 154 korban meninggal dunia dan 76 orang terluka dalam pesta perayaan Halloween yang berujung malapetaka di Itaewon pada tanggal 29 Oktober lalu. Terjadi saling dorong antara pengunjung di salah satu gang di Itaewon yang menyebabkan banyak orang sesak napas hingga meninggal.

Dua orang WNI diketahui ikut menjadi korban luka dalam peristiwa tersebut. Puan meminta KBRI Seoul terus memantau perkembangan tragedi perayaan Halloween Itaewon selama beberapa waktu ke depan.

"KBRI di Seoul dapat membuka posko pengaduan untuk WNI yang kehilangan teman maupun kerabatnya," kata Puan.

Akibat tragedi di Itaewon, sejumlah acara di Korea Selatan pun dibatalkan. Puan meminta penyelenggara acara atau kegiatan yang melibatkan banyak orang di Indonesia belajar dari peristiwa di Itaewon, apalagi beberapa waktu lalu ada konser musik yang dihentikan akibat tidak kondusif.

"Panitia penyelenggara acara hiburan harus tertib dan sesuai dengan aturan. Penjualan tiket tidak boleh melebihi kapasitas tempat acara," katanya.

Puan juga mengingatkan penyelenggara acara agar menyediakan fasilitas pendukung, khususnya terkait dengan P3K. Selain itu, penyelenggara acara pun perlu mengantisipasi terjadinya peristiwa yang dapat menyebabkan korban.

"Pengamanan ketat di setiap acara yang ada kerumunan massa mutlak dengan terus memperhatikan dinamika lapangan," katanya menegaskan.

Baca juga: Sandiaga evaluasi EO imbas insiden Itaewon dan Berdendang Bergoyang
Baca juga: Korsel janjikan penyelidikan menyeluruh terhadap tragedi Halloween