Ketua DPRD sebut lambat proses pengerjaan tol tanggung jawab gubernur

Ketua DPRD Sumatera Barat (Sumbar) Supardi mengatakan lambatnya proses pengerjaan jalan tol Padang Pariaman ke Pekanbaru merupakan tanggung jawab Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat di daerah ini.

“Tol itu proyek strategis nasional yang merupakan program dari Presiden. Sekarang yang jadi persoalan lambatnya pengerjaan tol adalah pembebasan lahan,” kata Supardi, saat diskusi dengan wartawan di Padang, Rabu (4/1) malam.

Menurut dia, persoalan pembebasan lahan yang masih belum bebas itu tanggung jawab gubernur, sementara bupati dan wali kota hanya sebagai eksekutor saja.

“Penugasan untuk pembebasan lahan itu dilakukan gubernur tanpa meminta persetujuan kepada DPRD. Kami DPRD hanya melakukan pengawasan terhadap langkah yang diambil gubernur,” kata dia pula.

Ia menegaskan, DPRD Sumbar tentu mendorong agar proyek ini berjalan sesuai perencanaan, karena jalan tol ini vital dalam membangun perekonomian Sumbar.

Menurut dia, Sumbar akan semakin ketinggalan jika pengerjaan tol ini tidak juga rampung, karena akses jalan yang lancar akan memutar roda perekonomian.

Saat ini pertumbuhan ekonomi Sumbar nomor enam dari 10 provinsi di Pulau Sumatera, dan ini mengindikasikan daerah ini semakin tertinggal.

“Kami tentu mendorong agar pembangunan tol ini dapat terus dilanjutkan, dan saya yakin tidak ada satu pun orang Sumbar yang menolak tol. Kelemahan Pemprov Sumbar hanya soal komunikasi dengan masyarakat,” kata dia pula.

Sumbar memiliki hasil pertanian, perkebunan, dan peternakan yang dapat dibawa ke provinsi lain, dan akan semakin lancar dengan adanya jalan tol karena distribusi menggunakan jalur darat akan lebih efektif

“Saya percaya kita akan konsentrasi masalah tol untuk penyelesaian, dan memang selama ini kita belum fokus selesaikan tol,” kata dia lagi.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak dapat memastikan kapan selesainya tol dari Pekanbaru menuju Padang Pariaman, Sumbar, saat meresmikan Tol Bangkinang pada Rabu (4/1).
Baca juga: Pembebasan lahan Tol Padang-Pekanbaru Seksi I ditargetkan selesai Juli
Baca juga: Tersangka korupsi Tol Padang-Sicincin mengajukan keberatan penahanan