Ketua DPRD Surabaya Bantah Kena COVID-19 Saat Ziarah Makam Bung Karno

·Bacaan 2 menit

VIVA – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya Adi Sutarwijono membantah isu bahwa ia dan beberapa legislator lainnya terpapar COVID-19 usai melakukan kegiatan ziarah di makam Soerkarno alias Bung Karno di Kota Blitar, Sabtu, 5 Juni 2021. Dalam ziarah itu, ada juga rombongan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

Politikus yang akrab disapa Cak Awi menyampaikan penularan COVID-19 karena daya tahan menurun akibat kesibukan agenda kegiatan.

"Ada yang mengatakan bahwa yang ikut ziarah [ke makam Bung Karno] terkena COVID, itu tidak benar. Karena ada hari peringatan pancasila, rapat, dan kegiatan lain yang cukup banyak dan sudah banyak yang vaksin. Tapi, karena kelelahan yang luar biasa dan lalai, lalu daya tahan menurun, maka kena COVID," kata Awi dalam konferensi pers secara online pada Jumat, 11 Juni 2021.

Dia mengatakan, terlalu spekulatif jika mengaitkan kegiatan ziarah ke makam Bung Karno sebagai muasal penularan COVID-19 terhadap lebih dari sepuluh anggota DPRD Surabaya, termasuk dirinya.

"Tidak ada yang tahu karena kegiatannya cukup padat dan cepat. Saya, misalnya, tanggal 5 saya ke Blitar, kemudian hari Minggu malam sampai Selasa ada pertemuan,” ujarnya.

Namun demikian, ia menceritakan bahwa ada salah satu anggota Fraksi PDIP, Siti Maryam, yang mengaku demam setelah acara ziarah di makam Bung Karno di Blitar. Setelah periksa ia kemudian diketahui terkonfirmasi positif COVID-19.

"Ketika datang [dari acara ziarah] beliau langsung merasakan demam dan izin pulang lalu melakukan pemeriksaan dan perawatan dokter. Kemungkinan besar, terinfeksi pada tanggal 5 Juni 2021," ujar Awi.

Awi sendiri mengaku terkonfirmasi positif COVID-19 berdasarkan hasil tes usap PCR pada Selasa, 8 Juni 2021. Ia langsung dirawat di rumah sakit karena trombosit menurun.

"Tapi, sekarang sudah semakin membaik, trombositnya sudah 106 dan sudah ada peningkatan kesehatan," ujarnya.

Adapun anggota Komisi D dari PDIP, Dyah Katarina, terkonfirmasi positif berdasarkan hasil tes PCR pada Rabu, 9 Juni 2021. Saat itu, indra penciuman istri dari Bambang DH itu mengalami penurunan sehingga harus dirawat di rumah sakit.

Sebelumnya, sepuluh anggota DPRD Surabaya dilaporkan terkonfirmasi positif COVID-19. Anggota Komisi A dari Fraksi Golkar Arif Fathoni menjelaskan, mulanya pada Senin lalu, 7 Juni 2021, ada satu anggota dewan menyampaikan terpapar positif COVID-19 setelah melakukan tes usap.

Legislator itu berinisiatif melakukan tes usap setelah mengalami demam. Segera keesokan harinya semua anggota DPRD Surabaya yang berjumlah 50 orang melakukan tes usap PCR. "Hasilnya ada beberapa kolega kami yang positif,” ujar legislator akrab disapa Toni itu.

Toni juga membenarkan kabar anggota DPRD Surabaya yang terpapar sebanyak sepuluh orang. Dia sendiri mengaku hasil tesnya negatif.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel