Ketua IDAI Aman Pulungan Sebut Tak Ada Anak Meninggal karena COVID-19 di Papua

Liputan6.com, Jakarta Permasalahan kesehatan anak di Papua masih banyak mulai dari stunting, diare, TBC, polio dan lainnya. Namun, dalam upaya menyelamatkan masyarakat termasuk anak dari bahaya COVID-19 di tanah Papua begitu besar. Sehingga tidak ada anak yang meninggal karena virus SARS-CoV-2 di sana.

"Satu orang anak pun tidak ada yang meninggal (karena COVID-19) di sana, Papua," kata Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Aman saat berbincang dengan AA Gym di saluraan YouTube Aagymofficial pada Minggu, 14 Juni 2020.

Hal itu terjadi, kata Aman, karena Papua bisa mengontrol wilayahnya lewat isolasi dan karantina. Orang tidak boleh sembarang keluar masuk wilayah tersebut. Salah satu contohnya adalah dokter muda yang pernah diajar oleh Aman ditugaskan ke Oksibil, Pegunungan Bintang.

Dokter muda itu ditugaskan ke sana karena tenaga kesehatan terbatas tapi  tidak bisa langsung masuk ke Papua. Setelah itu, minta dibantu Palang Merah Indonesia. "PMI bilang harus tes PCR. Lalu, dua kali negatif dia baru bisa naik Hercules," cerita Aman.

Sesampainya di Jayapura dokter muda ini pun tidak bisa langsung ke Pegunungan Bintang. Dia harus menjalani karantina terlebih dahulu selama dua minggu meski hasil PCR negatif COVID-19.

"Dokter saja mereka karantina dua minggu. Jadi, saya rasa disiplin itu hal yang utama, Papua bisa melakukannya," kata Aman.

Berkaca dari Papua, Aman melihat bahwa provinsi di ujung timur Indonesia ini bisa mengontrol dan berani melindungi warganya.

"Kita tahu stunting di sana tinggi, TBC, campak tinggi pernah wabah juga, polio juga masih ada. Tapi ketika punya niat besar dan usaha, bisa," tutur Aman.