Ketua IDI Beri Panduan Jalani Isoman di Rumah

·Bacaan 2 menit

VIVA – Pasien COVID-19 tanpa gejala atau bergejala ringan dapat melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah. Namun, penting bagi pasien untuk mengetahui bagaimana menjalankan kegiatan isoman yang tepat.

Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr. Daeng M. Faqih menjelaskan, ada beberapa perawatan yang perlu diperhatikan pasien isoman baik perawatan medis dan nonmedis.

Untuk perawatan nonmedis yang harus dilakukan pasien COVID-19 saat isoman adalah tidak menyebarkan virus COVID-19 ke tempat lain sehingga pasien itu harus di rumah, tidak terima tamu dan sebagainya. Kemudian, kegiatan lainnya adalah meningkatkan kondisi kesehatan daya tahan tubuhnya, misalnya dengan olahraga rutin, tidak panik, dan tetap senang.

"Tapi, penting juga bagi pasien untuk tidak capek karena kalau terlalu banyak senang-senang saat isoman lupa untuk harus istirahat. Itu tiga kegiatan utama, mengisolasi diri, dan meningkatkan daya tahan tubuhnya," kata Daeng dalam virtual conference pada acara Dukungan Good Doctor untuk Program Vaksinasi Nasional dan Penanganan COVID-19 di Indonesia, Kamis 22 Juli 2021.

Selain itu, kata Daeng, ada perawatan medis. Yang dimaksud perawatan medis adalah pasien COVID-19 akan diberikan paket obat. Untuk pasien tanpa gejala kebanyakan akan diberikan multivitamin misalnya vitamin D, vitamin C atau multivitamin lainnya bahkan mungkin obat tradisional yang dinyatakan aman oleh Badan POM.

"Jangan lupa obat komorbid itu tetap dilakukan terapi medical. Kalau yang bergejala ada tambahan adalah anti virus, antibiotik dan obat gejala misalnya obat panas," ujar Daeng.

Daeng menambahkan, dalam kondisi perawatan baik medis dan nonmedis, pasien COVID-19 yang menjalani isoman di rumah tetap membutuhkan pendamping untuk diarahkan terutama terapi medis meskipun terapi medisnya bukan obat keras. Sebab, jika masyarakat terhubung minimal dengan dokter salah satunya melalui telemedisin, dokter akan membantu sehingga tidak terjadi perburukan.

"Misalnya dia tidak mendapatkan obat program, dokter akan memberikan resep, mohon keluarga mencari bisa di apotek, itu sangat membantu meski tidak lumrah kalau di kondisi normal tapi ini dalam kondisi emergency," kata dia.

Ketua IDI itu juga menyebut bahwa pendampingan dengan dokter ini strategis untuk mereka yang menjalankan isoman. Lantaran pasien akan diberikan arahan bagaimana isolasi yang tepat, kegiatan nonmedis apa yang dibantu, kemudian arahan tentang obat apa yang dikonsumsi, sehingga kegiatan isoman dapat terarah.

"Misalnya masyarakat yang isoman ada yang pakai oksigen, penggunaan oksigen sendiri ada dosisnya. Kalau terhubung dokter akan beri arahan membantu oximetry sekian dosis oksigen sekian," kata Daeng.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel