Ketua Komisi III DPR Dorong Kepolisian Usut Tuntas Teror Bom Makassar

Lis Yuliawati, Edwin Firdaus
·Bacaan 2 menit

VIVA – Ketua Komisi III DPR RI Herman Herry mengutuk keras terjadinya ledakan yang diduga bom bunuh diri di depan Gereja Katedral di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu, 28 Maret 2021

Politikus PDIP ini mendorong aparat kepolisian bekerja cepat mengidentifikasi pelaku ledakan tersebut. "Peristiwa seperti ini jelas menjadi duka mendalam bagi kita semua sebagai bangsa. Saya mendengar juga ada beberapa korban luka yang telah dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit. Saya harap mereka bisa mendapatkan pertolongan terbaik dan kita berdoa agar mereka bisa segera pulih," kata Herman dalam keterangan resminya kepada awak media.

Herman menambahkan, "Tidak ada sikap yang pantas diberikan kepada pelaku selain mengutuk keras perbuatan tidak manusiawi yang mereka lakukan. Saya mendorong Polri, khususnya aparat Polda Sulawesi Selatan, bekerja cepat mengidentifikasi pelaku dan afiliasinya untuk bisa dilakukan tindakan hukum yang tegas terhadap mereka atau siapa pun yang hendak merusak keamanan serta kerukunan hidup beragama di Indonesia."

Herman juga mendorong pihak kepolisian bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam mengantisipasi serta mencegah kejadian serupa terulang di masa yang akan datang.

"Tindakan teror seperti ini tak bisa dibiarkan tanpa tindakan tegas, tapi yang juga tak kalah penting adalah merumuskan langkah antisipasi serta pencegahan agar tak ada kejadian atau korban serupa di masa yang akan datang," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, sebuah ledakan terjadi di depan Gereja Katedral di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Minggu, 28 Maret 2021 pagi.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes E. Zulpan menyebut ledakan ini sebagai bom bunuh diri.

Diketahui, sejauh ini ada 5 petugas gereja dan 4 jemaat mengalami luka akibat ledakan yang disebut terjadi di halaman gereja tersebut. Selain itu, diduga pula bahwa pelaku peledakan meninggal dunia.

Di sisi lain, Herman berharap warga Kristiani tidak terpancing dengan kejadian tersebut atau takut untuk beribadah. Ia juga berharap masyarakat tidak perlu menyebarkan gambar atau video ledakan maupun korban agar tidak menimbulkan ketakutan sebagaimana harapan pelaku teror.

“Mari kita tunjukkan bersama-sama bahwa Indonesia bersatu menghadapi siapapun yang coba-coba merusak kerukunan beragama di Tanah Air," ujarnya.