Ketua Komisi V DPR RI pantau jalan pararel di batas RI-Malaysia

·Bacaan 1 menit

Ketua Komisi V DPR RI Lasarus memantau langsung pekerjaan jalan paralel perbatasan di ruas Nanga Kantuk Kecamatan Empanang hingga Nanga Badau Kecamatan Badau di perbatasan Indonesia-Malaysia wilayah Kapuas Hulu Kalimantan Barat.

"Kita sudah anggarkan jalan pararel perbatasan Nanga Kantuk hingga Badau, kita mau lihat serapan anggaran dan kondisi fisik di lapangan," kata Lasarus, saat meninjau pembangunan jalan pararel perbatasan di Kecamatan Badau Kapuas Hulu Kalimantan Barat, Kamis.

Ruas jalan Nanga Kantuk hingga Badau merupakan pekerjaan tahun jamak (multi years) mulai 2021 hingga 2022 yang bersumber dari anggaran APBN.

Menurut dia, target penyelesaian pembangunan jalan tersebut pada Tahun 2022.

Baca juga: Ruas jalan di perbatasan RI-Malaysia di Bukit Genting Lanjak longsor

Baca juga: Jalan paralel Entikong longsor, lumpuhkan tiga desa perbatasan

"Kendala pembangunan jalan pararel itu awalnya, sulit mendapatkan material, namun sekarang material sudah, makanya kami lihat sejauh mana pelaksanaan pekerjaan," ujar Lasarus.

Proses pekerjaan infrastruktur jalan itu tergantung cuaca, jika cuaca baik pekerjaan bisa dilaksanakan siang dan malam sehingga progres bisa terkejar.

"Mudah-mudahan dengan kunjungan kami ini mendorong percepatan pelaksanaan pekerjaan jalan pararel perbatasan," kata Lasarus.

Ia juga berpesan agar dalam pelaksanaan kegiatan pelaksana di lapangan mengutamakan keselamatan pekerjaan mengedepankan kualitas pekerjaan.

"Saya akan terus memantau perkembangan pekerjaan, terutama serapan anggaran dan kondisi fisik di lapangan," ucap Lasarus.

Kunjungan kerja Ketua Komisi V DPR RI Lasarus ke daerah perbatasan Indonesia-Malaysia wilayah Kapuas Hulu Kalimantan Barat, didampingi oleh Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan, Kepala Balai Perhubungan Darat Kalimantan Barat, Kepala balai di jajaran Kementerian PUPR wilayah Kalimantan Barat, DPRD Kapuas Hulu dan sejumlah pejabat penting lainnya.*

Baca juga: Warga dukung penutupan jalan tikus perbatasan Indonesia-Malaysia

Baca juga: Kemarin, Indonesia juarai Malaysia Masters hingga Wanna One di Indonesia

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel