Ketua Komjak: Kalau Presiden Ragu, Kasus Minyak Goreng Langka Tak Akan Terungkap

·Bacaan 2 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Komisi Kejaksaan menilai penyebab kelangkaan minyak goreng tidak akan terungkap jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak serius menanggapinya. Demikian dikatakan Ketua Komjak Barita Simanjuntak.

"Presiden sudah katakan tidak akan main-main dengan mafia minyak goreng. Kalau Presiden-nya ragu-ragu, pengungkapan kasus ini tentu tidak akan terlaksana," katanya dalam webinar nasional 'Berantas Mafia Minyak Goreng, Siapa Berani?'.

Instruksi itu, katanya, disampaikan dengan jelas oleh Jokowi saat sidang kabinet terbatas. Yakni, menginstruksikan Kejagung agar bergerak cepat menuntaskan permasalahan komoditas strategis itu.

Menurutnya, koordinasi yang dilakukan Presiden sudah berjalan baik. Instruksi Presiden jelas tidak ada kepentingan dan murni melakukan penegakan hukum dan tegas.

"Berani memerintahkan Kejagung, dan Kejagung berani. Saya kira itu yang dibutuhkan saat ini," jelas Barita.

"Akhirnya Jaksa Agung menindaklanjuti itu kurang dari satu bulan sudah ditetapkan tersangka, terdapat satu orang pejabat tinggi kementerian dan tiga orang dari swasta. Itu artinya, di zaman reformasi keterbukaan era digital ini, komunikasi langsung itu menjadi bagian penting dan bisa dievaluasi," kata Barita.

Sementara itu, Akademisi Hukum Pidana Universitas Parahyangan (Unpar) Nefa Claudia Meliala berharap kasus mafia minyak goreng yang sedang ditangani kejaksaan Agung (Kejagung) saat ini menjadi pintu masuk untuk membongkar kejahatan yang mungkin bisa lebih besar lagi.

"Dan memang ada dugaan korporasi terlibat, namun kita bisa lihat kalau prosesnya seperti apa. Memang Kejaksaan mendapatkan apresiasi yang cukup baik terkait dengan penanganan perkara ini (mafia migor)," katanya.

Disampaikan Nefa, pasca revisi UU KPK ada begitu banyak catatan yang muncul dan terkait juga dengan perfomance dan kinerja Kejaksaan Agung.

Salah satu momen yang juga baik Kejaksaan bisa membuktikan bahwa kasus ini bisa ditelusuri lebih jauh keterlibatan nya siapa saja sehingga publik nanti juga bisa melihat sampai sejauh mana kasus mafia migor itu bisa berkembang.

"Jadi harapan nya jangan berhenti di 4 tersangka namun kita lihat nanti apakah ada pihak pihak lain juga terlibat termasuk Juga dugaan korporasi terlibat," katanya. [rhm]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel