Aneka Porsche Klasik yang Dimiliki Orang Indonesia (I)

Otosia.com -

Pecinta dan penggemar Porsche klasik berkumpul dalam serangkaian acara 'Porsche Classic Parade'. Acara ini digelar mulai tanggal 3-9 September 2012 di Jakarta. Selain memamerkan kendaraan kebanggaannya, para pecinta Porsche klasik ini akan saling bertukar pengalaman mereka mengenai perawatan dan pemeliharaan kendaraan bersejarah.

"Acara ini untuk pertama kalinya kita laksanakan di Indonesia. Dimana yang merupakan hasil kerja sama antara Porsche Club Indonesia (PCI) bersama Porsche Center Jakarta selaku importir resmi Porsche di Indonesia," ujar Arief Sya'af, Direktur Porsche Klasik PCI di sela-sela pembukaan acara 'Porsche Classic Parade' di Pacific Place Jakarta, Senin (3/8).

"Ada mobil Porsche klasik yang diproduksi terbatas di dunia, dan salah satunya dimiliki oleh orang Indonesia. Ada model Porsche klasik yang mesinnya bukan di belakang, tapi di depan. Kenapa di depan? Karena model unik tersebut diproduksi hanya untuk pasar Amerika. Karena itu, ini akan menjadi acara yang menarik," tambah Arief, yang juga seorang kolektor Porsche klasik.

Porsche klasik yang meramaikan acara ini adalah 356, 911 (tipe 968), 911 (tipe 993) dan beberapa model yang mengalami kejayaan pada masanya.

Berikut adalah model-model Porche retro yang berpartisipasi pada gelaran 'Porsche Classic Parade':

Porsche 356 1500

Mobil sport unik ini dibuat tahun 1948. Awalnya, Ferry Porsche, sang pemilik sekaligus pencipta Porsche, tidak bisa menemukan mobil yang diimpikannya meski ia sudah melihat sekeliling. Akhirnya ia memutuskan untuk membangun sendiri mobil yang diimpikannya. Maka di tahun 1948 dibuatlah Porsche 365 1500.

Pada tahap awal, Porsche hanya memproduksi 100 unit pertahun. Baru pada tahun 1965, Porsche telah menjual 77.766 unit dari jenis 356. Dan satu setengah dekade kemudian ia menjadi model klasik yang disenangi para pecintanya termasuk kolektor.

Porsche 911 Carrera (G Model)

"Mobil disebut juga G model. Penggemar Porsche lebih mengenalnya sebagai G model daripada 911 Carrera," beber Arief.

G Model diproduksi mulai dari tahun 1974-1989, atau menjadi model paling lama dari generasi 911 lainnya. Fitur standar yang memiliki keunggulan lebih tinggi, termasuk standar keamanan berkendara.

Model pertama yang dibuat menggunakan desain bumper yang besar. Hal ini secara teknis sangat diperlukan untuk memenuhi standar uji benturan di Amerika Serikat pada waktu itu. Sebagai tambahan, fender belakang secara bertahap melebar, dan kapasitas serta performanya terus ditingkatkan. Model ini memiliki ban berukuran besar.

Porsche 911 Turbo 3.3 (964)

Model ini 911 Turbo (tipe 964) memulai debutnya di Jenewa Motor Show pada tahun 1990. Mobil ini merupakan penerus dari Porsche 911 G Model, dan telah memenuhi persyaratan standar emisi yang ketat, dan pertama kali pula digunakan catalytic converter pada knalpotnya.

Porsche 911 Turbo seri 964 dibekali mesin 3.3 liter turbo yang sanggup berakselerasi hanya dalam hitungan 5,0 detik dari 0-100 km/h dan kecepatan puncak mencapai 270 km/h. Untuk mengimbangi kekuatan turbo, model ini ditunjang oleh sistem pengereman yang kuat. Dari kecepatan 100-0 km/jam mobil ini benar-benar berhenti dalam hitungan 2,8 detik.

Bersambung... (kpl/nzr/vin)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.