Ketua KPK: Calon Menteri Status Merah dan Kuning di Media Banyak yang Salah

Johan Budi: Plt Kapolri Bantah Ada Perintah Tangkap Wakil Ketua KPK

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua KPK Abraham Samad menyatakan, beredarnya nama-nama calon menteri yang mendapat status warna merah dan kuning dengan 'embel-embel' hasil penelusuran KPK dan PPATK, bukanlah bersumber dari KPK. Lagipula, nama-nama calon menteri yang dilansir media tersebut adalah kebanyakan salah.

"Nama-nama yang beredar, itu bukan dari KPK kan? Hanya media yang berspekulasi. Dan terus terang saja, nama-nama itu banyak yang salah," kata Ketua KPK, Abraham Samad di kantor KPK, Jakarta, Rabu (22/10/2014).

Abraham menegaskan, pertemuan pimpinan KPK dan Jokowi di kantor KPK beberapa waktu lalu adalah bersifat rahasia. Oleh karena itu, sejak saat itu pihak KPK menolak memberitahukan siapa saja calon menteri yang mendapatkan status warna merah dan kuning.

Menurutnya, pihak KPK mengeluarkan rekomendasi dan catatan khusus terhadap 43 nama calon menteri pemerintahan Jokowi-JK adalah karena dimintai masukan. Dan KPK selaku lembaga penegak hukum merasa berkewajiban memberikan nama-nama calon pejabat publik yang dinilai memiliki integritas.

Baca Juga:

Jurnalis Istana Mendadak Diminta Naik Bus ke Tanjung Priok, Jokowi Umumkan Menteri?

Andi Widjajanto Sebut Pembocor Dokumen Calon Menteri Bisa Dipidana

Jokowi Bantah Ada Tarik Menarik Nama Menteri dengan Megawati dan JK