Ketua LPS: Sirkuit Mandalika menghidupkan ekonomi kerakyatan di Lombok

·Bacaan 2 menit

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan keberadaan sirkuit balapan berskala internasional di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika akan semakin menghidupkan ekonomi kerakyatan di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.

"Saya pikir kan nanti saat perlombaan balapan banyak orang datang ke sini, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) hidup karena ini sebagian diperuntukkan untuk UMKM. Jadi ekonomi rakyat hidup," kata Purbaya saat meninjau kondisi pembangunan Sirkuit Mandalika, di Kabupaten Lombok Tengah, Selasa.

Hadir juga dalam acara tersebut Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Ricky Baheramsjah, Direktur Strategis dan Komunikasi MGPA Happy Harianto, dan Direktur Utama Bank NTB Syariah Kukuh Rahardjo.

Purbaya yang juga menjabat sebagai Oversight Board MGPA atau Dewan Pengawas dari Negara mengaku kedatangannya ke Sirkuit Mandalika untuk memastikan persiapan pelaksanaan World Superbike (WSBK) berjalan lancar.

Pihaknya membantu pemerintah memastikan MGPA berjalan lancar, sehingga tidak menyebabkan kegagalan dalam pelaksanaan WSBK pertama di Sirkuit Mandalika Lombok yang akan ditonton seluruh dunia pada November 2021.

"Kami lega melihat perkembangan yang ada, karena eventnya tinggal dua bulan lagi, jadi kami deg-degan, jangan-jangan belum siap. Tapi setelah melihat sirkuitnya dan fasilitas di luar pendukungnya sudah siap, lebih baik dari yang kita duga," ujarnya

Menurut dia, penonton yang akan menyaksikan balapan tidak semua orang kaya-raya, namun ada juga dari kalangan biasa yang mungkin tidak akan menginap di hotel mewah dan memilih rumah penginapan (home stay). Hal itu yang akan menghidupkan ekonomi masyarakat.

MGPA juga sudah menjalin kontrak pelaksanaan balapan internasional MotoGP selama 10 tahun. Event balapan internasional tersebut akan menjadikan Lombok sebagai pusat perhatian dunia setiap tahunnya.

Hal itu, lanjut Purbaya, tentu harus didukung dengan manajemen seluruh sumber daya daerah, dalam pengertian budaya lokal harus dijaga jangan sampai tidak berhasabat dengan turis.

"Tapi saya pikir kalau di sini budaya sudah bagus, tinggal di tata saja. Saya pikir peran Lombok sebagai pusat pariwisata Indonesia yang ke 'satu setengah' akan bisa terjadi, jadi bukan Bali kedua," ucap Purbaya berseloroh.

Baca juga: MGPA: pernyataan Mick Doohan kampanye positif untuk sirkuit Mandalika
Baca juga: Gelaran WSBK di Sirkuit Mandalika diundur satu pekan
Baca juga: Bypass BIL-Mandalika siap sambut World Superbike Mandalika

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel