Ketua MA Kaget Disebut Dekat dengan Hakim Syarifuddin Umar

Ketua LPSK Apresiasi Harifin A Tumpa Soal Perlindungan Pelapor

Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Ismunadi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Mahkamah Agung Harifin A Tumpa tampak kaget saat ditanya mengenai kabar kedekatannya dengan Hakim Pengawas Niaga Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Syarifuddin Umar. Dia mengaku hanya kenal dengan sebagian besar hakim yang memang berada di bawah naungan MA.

"Saya pasti kenal lah dengan banyak hakim. Termasuk juga dia (Syarifuddin)," ungkap Harifin saat ditemui usai jumpa pers di Gedung MA, Jakarta, Senin (6/6/2011).

Harifin tak kunjung memberikan jawaban meski terus didesak wartawan untuk menceritakan seberapa dekat dia dengan Syarifuddin. Wartawan pun tidak berhenti mengajukan pertanyaan karena Harifin kemudian masuk ke dalam ruang kantor Gedung yang dibatasi dengan pintu khusus.

Kedekatan Harifin dan Syarifuddin setidaknya terlihat dari daerah asal keduanya yaitu Sulawesi Selatan. Namun tentu saja hal ini tidak bisa menjadi pembenaran bahwa Harifin kenal dekat dengan Syarifuddin.

Seperti diketahui Hakim Syarifuddin ditangkap KPK pada Rabu (1/6/2011) di kediamannya, Komplek Kehakiman, Sunter, Jakarta Utara. Sebelum menangkap Syarifuddin, KPK menciduk Kurator Puguh seusai transaksi serah terima uang Rp 250 juta di rumah Syarifudin, Sunter, Jakarta Utara, Rabu (1/6/2011) malam.

Di lokasi penangkapan Syarifuddin, penyidik KPK menyita Rp 142.353.000, 116.128 Dollar Amerika Serikat, 245 Dollar Singapura, 12.600 Riel Kamboja, dan 20.000 Yen Jepang.

Tak ketinggalan, sejumlah telepon genggam milik Syarifuddin dan Puguh juga ikut disita petugas KPK. Bahkan, mobil yang digunakan Puguh saat mendatangi rumah Syarifuddin, Mitsubishi Pajero putih bernomor polisi B 16 PGH, juga turut diamankan petugas KPK.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel