Ketua MK: Hakim Agung mundur antara kesatria dan pengecut

MERDEKA.COM, Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD enggan berkomentar banyak soal pengunduran diri Hakim Agung Ahmad Yamani. Menurutnya, hakim yang mundur karena bersalah atas perbuatannya adalah kesatria, tetapi jika karena takut atas perbuatanya adalah seorang pengecut.

"Bagi saya seorang Hakim Agung mengundurkan diri kalau merasa bersalah itu seorang ksatria, tapi kalau Hakim Agung mengundurkan diri karena takut atas perbuatannya itu pengecut. Cukup dua pilihan itu saja menurut saya," tegas Mahfud MD di University Club UGM, Yogyakarta, Sabtu (17/11).

Saat ditanya Ahmad Yamani masuk kategori kesatria atau pengecut, Mahfud enggan memberi penilaian. Dia mengaku belum mengetahui alasan mundurnya Ahmad Yamani.

"Kita tunggu saja besok Senin (19/11)). Katanya, Mahkamah Agung akan mengumumkannya. Apakah itu hakim yang pengecut atau ksatria, saya belum tahu sekarang," kata Mahfud.

Mahfud menyatakan sama sekali tidak mengetahui pasti apa alasan pengunduran diri Ahmad Yamani tersebut. Namun, Mahfud mengetahui dari berbagai pemberitaan ada dua alasan mundur.

"Saya melihat kemunduran Hakim Agung melalui media itu beritanya simpang siur. Ada yang mengatakan karena vonis narkoba dan ada yang mengatakan karena sakit, itu kan enggak jelas," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa kabar mundurnya Yamani ramai diberitakan media massa. Yamani pernah memutus bebas hukuman mati yang diterbitkan Mahkamah Agung beberapa waktu lalu. Lalu MA membatalkan vonis mati beberapa terpidana kasus narkoba. Terakhir, pembatalan itu diberikan kepada Deni Setia Maharwa alias Rapi Mohammed Majid.

Deni divonis mati oleh MA atas kasus kepemilikan tiga kilogram kokain dan 3,5 kilogram heroin. MA lalu menghukum dengan pidana penjara seumur hidup. MA juga membatalkan vonis mati kepada warga Nigeria, Hillary K Chimezie, pemilik 5,8 kilogram heroin.

Hukuman itu kemudian diubah menjadi kurungan penjara 12 tahun. Selain itu, putusan sama diberikan kepada Hengky Gunawan. Hukuman diubah menjadi 15 tahun penjara.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.