Ketua MK: Pancasila tertanam pada setiap ajaran agama

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman mengatakan kelima sila pancasila sejati-nya telah dan masih tertanam pada setiap ajaran agama maupun kepercayaan masyarakat di Indonesia.

"Pancasila merupakan karunia dari tuhan untuk bangsa Indonesia," kata Ketua MK Anwar Usman dikutip dari laman resmi MK yang dipantau di Jakarta, Rabu.

Atas penanaman nilai-nilai dari pancasila tersebut, Anwar mengilustrasikan dengan mengutip arti dari Al Quran Surah Al Hujarat Ayat 13 yang artinya "hai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal".

"Sesungguhnya, orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal," kutip dia.

Baca juga: Mentok, "Kota Pancasila" di ujung barat Pulau Bangka

Baca juga: Mahfud MD: Pancasila adalah kesepakatan luhur bangsa Indonesia

Dari kutipan ayat tersebut, Anwar mengatakan jika dilihat secara makna pada pembentukan bangsa Indonesia oleh para pendiri termasuk Bung Karno, maka masyarakat di Tanah Air pada kodrat-nya diciptakan dari beragam suku bangsa, ras, kepercayaan dan keyakinan.

"Melalui keberagaman ini pula para pendiri bangsa dan keberagaman Indonesia dituangkan dengan menghasilkan buah pikiran dengan lahirnya pancasila," jelas dia.

Anwar menuturkan mulai dari sila pertama hingga sila kelima, semuanya selaras dengan kehidupan bangsa Indonesia. Sehingga, tidak ada alasan oleh siapa pun untuk meragukan pancasila termasuk jika dilihat dari agama dan suku manapun.

Terakhir, ia berharap ke depannya lahir para generasi pancasilais dengan pemikiran-pemikiran baru yang terus menumbuhkan semangat dari pemahaman serta penanaman nilai-nilai pancasila.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel