Ketua MPR apresiasi vaksinasi penguat oleh P3AU-FKPPI

·Bacaan 2 menit

Ketua MPR, Bambang Soesatyo, mengapresiasi langkah Persatuan Putra-Putri Angkatan Udara (P3AU) yang bekerja sama dengan Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdana Kusuma di Jakarta dan FKPPI dalam menyelenggarakan kegiatan vaksinasi dosis penguat.

"Upaya penanggulangan pandemi Covid-19 adalah tanggung jawab bersama. Peran serta dan kontribusi segenap pemangku kepentingan, sebagaimana yang ditunjukkan oleh P3AU, TNI AU dan FKPPI pada hari ini, adalah wujud komitmen kebangsaan yang patut kita jadikan teladan," kata dia, di Jakarta, Sabtu.

Baca juga: Pemprov NTB minta kabupaten kota genjot vaksinasi penguat

Ia mengatakan kegiatan itu juga menegaskan pentingnya kolaborasi dan sinergi dalam penanggulangan pandemi oleh semua elemen bangsa. Selain mengadakan vaksinasi dosis penguat, P3AU, TNI AU, dan FKPPI juga memberikan bantuan sosial kepada masyarakat umum.

Turut hadir antara lain Staf Khusus Presiden, Diaz Hendropriyono, Duta Besar Indonesia untuk Bulgaria, Makedonia Utara dan Albania, Iwan Bogananta, serta Ketua Umum DPP P3AU, Fastabiqul Khairat.

Soesatyo menjelaskan penanggulangan pandemi tidak mungkin berhasil, jika hanya pemerintah yang bekerja sendirian.

Baca juga: Vaksinasi COVID-19 penguat di Aceh capai 11 persen

Menurut dia, hanya dengan kerja sama yang dilandasi semangat gotong royong, jiwa solidaritas, dan kepedulian sosial yang tinggi, bangsa Indonesia akan segera terbebas dari belenggu pandemi.

Selain untuk membangun kekebalan kelompok, vaksinasi katanya juga penting untuk menurunkan tingkat peryebaran Covid-19, serta menurunkan tingkat fatalitas dan kematian akibat Covid-19."Kita mensyukuri bahwa berbagai langkah dan kebijakan yang dilakukan pemerintah dalam penanggulangan pandemi telah membuahkan hasil yang menggembirakan," kata dia.

Hingga 14 April kemarin, menurut dia, tingkat kepositifan nasional berada pada kisaran 0,8 persen, jauh di bawah angka toleransi WHO sebesar lima persen. "Rasio angka kesembuhan pasien Covid-19 juga mencapai lebih dari 96 persen, jauh di atas rasio rata-rata angka kesembuhan global yang 'hanya' mencapai 90 persen," kata dia.

Baca juga: Bekasi sediakan layanan vaksinasi penguat di posko pelayanan mudik

Ia mengatakan vaksinasi dosis pertama di Indonesia telah mencapai lebih dari 95 persen dari target sasaran vaksinasi untuk 208,3 juta penduduk. Sedangkan vaksinasi dosis kedua telah mencapai 77,9 persen.

Capaian vaksinasi kedua ini juga telah melampaui target yang ditetapkan WHO, yaitu 40 persen dari total populasi. Namun, kata dia untuk vaksinasi dosis ketiga, baru diberikan kepada 29,2 juta penduduk, atau mencapai 14 persen dari target sasaran.

Baca juga: Vaksinasi penguat upaya tingkatkan proteksi saat mudik berlangsung

"Mengingat pentingnya vaksinasi dosis ketiga untuk membentuk kekebalan kelompok atau herd immunity, tentunya dibutuhkan semangat kebersamaan dari segenap pemangku kepentingan untuk membangun sinergi dan kolaborasi dari dua aspek," ucapnya.

Upaya itu, kata dia, pertama tentu perlu adanya dukungan suplai vaksin dan penyediaan tenaga medis. Kedua, soal kesadaran dan komitmen kolektif dari segenap elemen masyarakat untuk mengikuti program vaksinasi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel