Ketua MPR Ingatkan Empat Pilar Membangun Bangsa

Jakarta (ANTARA) - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Taufiq Kiemas mengingatkan semua pihak agar dalam membangun bangsa Indonesia ke depan harus didasarkan kepada nilai-nilai Empat Pilar berbangsa serta bernegara sehingga tercapai keseimbangan lahir dan batin.

"Upaya untuk membangun kesejahteraan bangsa ke depan, harus dibangun dengan nilai-nilai empat pilar," kata Ketua MPR Taufiq Kiemas saat membuka sarasehan nasional di Senayan Jakarta, Rabu.

Sarasehan nasional dalam rangka 104 tahun Kebangkitan Nasional dan 14 tahun reformasi tersebut, mengambil tema "Implementasi Empat Pilar Kebangsaan melalui Strategi Pengembangan Kebudayaan Nasional".

Sarasehan ini terselenggara atas kerjasama MPR dan Universitas Trisakti.

Menghadirkan pembicara ketua MKRI Mahfud MD, wakil ketua MPR Lukman Hakim, Hajriyanto Y Thohari, Syafi`I Ma`arif, Sonny Keraf, Ridwan Saidi, Slamet Rahardjo.

Lebih lanjut Taufiq Kiemas merasa yakin empat pilar kebangsaan ini bisa mengukuhkan rasa kebangsaan dan menguatkan persatuan serta kesatuan bangsa.

Oleh karena itu Taufiq mengajak semua pihak untuk melaksanakan empat pilar bangsa ini dengan penuh kecintaan.

Taufiq Kiemas juga menegaskan bahwa kekuatan yang bisa mengikat seluruh bangsa Indonesia, adalah adanya nilai dasar bangsa ini yakni Bhinneka Tunggal Ika.

Sementara Rektor Usakti Thobi Mutis mengatakan sarasehan ini dilaksanakan dalam rangka upaya menjawab kecemasan atas realitas yang dihadapi bangsa Indonesia.

"Bangsa ini sedang kehilangan kepercayaan terhadap orang lain, sekaligus kehilangan kepercayaan diri," kata Rektor Usakti Thoby Mutis.

Menurut Thobi kedua karakter bangsa tersebut kini terancam hilang. Fakta keanekaragaman hayati, agama, budaya, bahasa dan etnis sebagai mozaik tambah Thobi, yang merupakan modal kekuatan bangsa terancam hilang.

"Keteledoran dalam merawatnya bisa melemahkan pilar-pilar bangunan bangsa dan negara yang masih belum mencapai proses final dalam pembentukannya," kata Thobi.

Disisi lain semangat kebangkitan nasional perlu disesuaikan dengan kondisi dan posisi indonesia sebagai bagian masyarakat dunia.

"Untuk itu diperlukan pemimpin dan kepemimpinan nasional yang berfikir global tetapi bertindak lokal, tegas tapi punya hati, dengan rekam jejak yang memenuhi syarat sebagai pemimpin yang bersih," kata Thobi.

Momen kebangkitan nasional dan reformasi, kata dia, seharusnya makin menyadarkan segenap komponen bangsa untuk terus menggelorakan transformasi politik kebudayaan bangsa guna mewujudkan amanat pembukaan UUD 45.(rr)



Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Apakah kandidat nama cawapres Jokowi yang beredar sekarang sudah sesuai dengan harapan Anda?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat