Ketua MPR: Meski Tren Covid-19 Disinyalir Turun, Kemendikbud Jangan Buru-buru Buka Sekolah

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim tidak buru-buru membuka kembali sekolah di tengah pandemi. Sebab, kasus Covid-19 meski disinyalir menurun, perlu tetap waspada.

Hal itu menanggapi wacana Nadiem yang mewajibkan sekolah tatap muka secara terbatas setelah vaksinasi kedua guru dan tenaga didik selesai.

"Mendorong pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan/Kemdikbud, agar tidak terburu-buru dalam menetapkan kebijakan tersebut dan harus melalui pertimbangan yang matang, mengingat walaupun kasus covid-19 disinyalir mengalami penurunan, namun kewaspadaan tetap harus dijaga di tengah situasi yang masih dinyatakan pandemi," kata Bambang dalam keterangannya, Jumat (19/3/2021).

Pemerintah diminta tetap memperhatikan perkembangan kasus Covid-19 di wilayahnya sebagai pertimbangan untuk mewajibkan pembukaan sekolah. Serta memperhatikan kedisiplinan masyarakat terhadap penerapan protokol kesehatan.

"Pemerintah, dalam hal ini Kemendikbud, tetap memperhatikan perkembangan angka kasus covid-19 di setiap wilayah sebagai salah satu pertimbangan untuk mewajibkan pembukaan sekolah," kata Bambang.

Ia juga meminta Kemendikbud bersama Dinas Pendidikan untuk melakukan simulasi sebelum membuka sekolah. Karena butuh pengawasan dan perhatian ketat terhadap anak didik. Serta butuh sarana, prasarana, infrastruktur dan prosedur yang jelas untuk menerapkan pembelajaran tatap muka.

Diminta Sosialisasi

Kemendikbud juga diminta untuk sosialisasi kepada orang tua murid dan meminta izin untuk melakukan pembelajaran tatap muka terbatas.

"Mengingat pentingnya izin dan peran orangtua siswa dalam membantu anaknya mempersiapkan diri menghadapi PTM dan bagaimana menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penularan covid-19 di lingkungan sekolah, serta memberikan arahan kepada orang tua murid yang masih belum mengizinkan anaknya untuk melakukan kegiatan PTM di sekolah," kata politikus Golkar ini.

Bambang juga meminta pemerintah mengalokasikan dana bantuan operasional sekolah secara tepat sasaran dan memastikan bisa digunakan untuk menunjang pembelajaran tatap muka.

"Serta memastikan sekolah dapat menggunakan dana BOS tersebut untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan penunjang kegiatan PTM di sekolah," pungkasnya.

Reporter: Ahda Bayhaqi

Sumber: Merdeka.com

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: