Ketua MPR Minta Pemerintah Tepat Waktu Bayar Insentif Tenaga Kesehatan

Mohammad Arief Hidayat, Anwar Sadat
·Bacaan 1 menit

VIVA – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo angkat bicara mengenai adanya sejumlah kasus tertundanya pembayaran insentif tenaga kesehatan. Seperti yang terjadi di 18 puskesmas dan dua rumah sakit pemerintah di Kota Yogyakarta yang menunggak selama tiga bulan pada tahun 2020, dan di RSUD Medan insentif tenaga kesehatan belum dibayar sejak Mei 2020.

Bamsoet meminta Kemenkes berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan dalam mengomunikasikan dana untuk pemberian insentif. Politikus Partai Golkar ini berharap pejabat terkait dapat menjelaskan persoalan yang dialami oleh para nakes, mengingat pemberian insentif merupakan janji pemerintah untuk nakes yang telah berjuang menangani pandemi COVID-19.

"Meminta pemerintah dalam hal ini Kemenkes untuk dapat mengatasi persoalan terkait tunggakan insentif tersebut, dengan segera melakukan pembayaran tunggakannya sebagai upaya pemerintah menjamin hak bagi para nakes terpenuhi," Kata Bamsoet kepada wartawan, Jumat 19 Februari 2021.

Baca: Insentif Nakes COVID-19 RSUD di Medan Ini Belum Dibayar Sejak Mei 2020

Bamsoet menegaskan pemberian insentif untuk para nakes merupakan salah satu bentuk apresiasi pemerintah dan sekaligus motivasi agar dapat meningkatkan semangat juang bagi para nakes. Sebab saat ini Nakes adalah pahlawan di garda terdepan dalam penanganan COVID-19.

"Meminta komitmen pemerintah agar dalam menyalurkan dana insentif kepada para nakes di seluruh Indonesia tepat sasaran dan tepat waktu, sehingga dapat dipergunakan nakes sebagaimana mestinya," ujarnya.

Diharapkan tunggakan insentif untuk tenaga kesehatan ini tidak terulang lagi. Untuk itu Bamsoet meminta Pemerinta agar mengevaluasi proses pencairam insentif nakes.

"Kemenkes diminta untuk dapat mengevaluasi pencairan hingga penyaluran dana insentif bagi para nakes, guna menghindari terjadinya kembali tunggakan ataupun persoalan lainnya," ujarnya.