Ketua MPR: Pemerintah Harus Bersatu Dongkrak Kinerja Eskpor

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Bambang Soesatyo, menyatakan bahwa tantangan berat pemerintah Indonesia ke depan adalah mememperbaiki kinerja ekspor. Hal itu disampaikannya saat menghadiri acara penghargaan Markplus Conference 2020, di Jakarta.

"Kita memiliki tantangan ke depan adalah ekspor, para pemenang adalah bagaimana memasarkan produk kita ke luar negeri itu tantangan yang harus di jawab dan dihadapi," kata dia dalam sambutannya, di Ritz-Carlton, Pacific Place, Jakarta, Rabu (4/12/2019).

Pria yang akrab disapa Bamsoet itu kemudian mengajak seluruh stakheholder dan Kementerian Lembaga untuk sama-sama bekerja keras dalam mendongkrak kinerja ekspor Indonesia. Sebab, salah satu pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa ditopang dengan tingginya nilai ekspor.

"Kalau tidak tulang punggung pertumbuhan ekonomi kita hanya di BUMN. Tidak ada jalan lain harus bekerja keras meningkatkan ekspor dan menghasilkan devisa," kata dia.

Di samping itu, dirinya juga mengingatkan target penerimaan negara terbantu tidak hanya bergantung pada penerimaan pajak saja. Menurutnya pajak hanya memberikan kontribusi sebesar 70 persen, dan masih ada ratusan triliun lagi penuhi APBN.

"Kita juga selalu minus sehingga harus ditutup kebutuhan pembangunan Rp 400-500 triliun. Kalau tidak kita terpaksa utang lagi. Kalau tidak mau utang lagi kita harus bekerja keras bersama," tandas dia.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Tingkatkan Ekspor, Mendag Bakal Pangkas Perizinan

Sebuah kapal bersandar di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (26/5). Penyebab kinerja ekspor sedikit melambat karena dipengaruhi penurunan aktivitas manufaktur dan mitra dagang utama, seperti AS, China, dan Jepang. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto melakukan pertemuan dengan pelaku usaha yang tergabung di Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Dalam pertemuan itu, dirinya mengaku banyak menerima keluhan perihal kemudahan izin dalam melakukan ekspor.

Mendag Agus mengatakan, pihaknya berjanji akan segera menyederhanakan peraturan-peraturan yang menghambat dunia usaha, utamanya dalam ekspor. Komitmen itu ditegaskan dia sebagai upaya untuk mendorong kinerja dunia industri dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Jadi, pelaku usaha ini kan memberikan masukan dan hal-hal lain, seperti akses pasar dan juga peningkatan kualitas produk dalam negeri. Kemudian juga peraturan-peraturan yang menghambat terhadap pelaku usaha. Nah ini jadi mengenai peraturan, saya akan menyederhanakan peraturan yang menghambat dunia usaha," kata dia saat ditemui di Menara Kadin, Jakarta, (19/11). 

Sejauh ini pihaknya juga tengah mengevaluasi peraturan-peraturan mana saja yang nantinya akan dipangkas. Salah satunya, yakni peraturan yang selama ini tidak sinkron dengan kementerian lain.

"Misalnya ada aturan yang tidak sinkron dengan kementerian lain, yang kemudian menjadi hambatan. Nah ini akan kita evaluasi, atau juga peraturan ini mengalami hambatan investasi. Jadi contoh impor. Peraturan ini membuat impor lebih bebas tanpa terkendali. Nah ini akan kita evaluasi yang seperti ini," jelas Mendag.

Banyak yang Bakal Dievaluasi

Aktivitas pekerja bongkar muat peti kemas di Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (8/10/2019). Angka tersebut menurun 9,99% dibandingkan Agustus 2018 yang sebesar US$ 15,9 miliar. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Tak sampai di situ, menurutnya masih banyak aturan-aturan yang nantinya akan dilakukan evaluasi secara mendalam. Pihaknya pun menargetkan paling lambat akhir tahun ini sudah bisa segera dirampungkan.

"Segera itu. Tidak lama. Jadi ini kita tidak lama. Mungkin dalam satu bulan ini. Tahun ini lah," tandasnya.