Ketua NextICorn: Merger Gojek Tokopedia Lebih Bermanfaat Ketimbang Gojek dengan Grab

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Isu merger Gojek dengan Tokopedia yang berhembus kencang baru-baru ini ternyata dinilai lebih bermanfaat ketimbang merger antara Gojek dengan Grab.

Ketua Umum Yayasan Next Indonesia Unicorn (NextICorn) Daniel Tumiwa mengatakan, baik Gojek maupun Tokopedia, jika bergabung maka akan menghasilkan fundamental bisnis yang jauh lebih kuat.

"Hal itu terlepas dari urusan merah putih atau regional, tapi lebih melengkapi satu sama lain," ujar Daniel melalui keterangannya, Jumat (8/1/2021).

Ia meyakini dampak merger Gojek dengan Tokopedia sangat signifikan dan lebih bermanfaat, termasuk bagi perkembangan ekonomi digital Indonesia.

"Kalau bicara soal ekonomi digital Indonesia, langkah ini akan lebih mempercepat perkembangan ekonomi kita," ucapnya menegaskan.

Perluas Jangkauan Kedua Perusahaan

Logo baru Gojek (Foto: Andina Librianty/Liputan6.com)
Logo baru Gojek (Foto: Andina Librianty/Liputan6.com)

Menurut Daniel, jika merger Gojek dengan Tokopedia terealisasi, akan membuat kedua entitas bergerak sangat cepat. Memiliki keleluasan menjalankan berbagai hal yang saat ini mungkin masih terbentur sejumlah kendala.

"Memperluas jangkauannya dengan penawaran yang lebih lengkap. Tak terhambat dengan isu-isu ego, proses, prosedur, atau pun hal teknis lainnya. Fokus untuk bisa sesegara mungkin mengangkat ekonomi Indonesia dengan pemberdayaan yang sudah dibawa oleh insititusi masing masing selama ini," sambungnya.

Hal tersebut juga yang membuat rencana merger Gojek dengan Tokopedia akan lebih berdampak positif jika dibandingkan rumor sebelumnya yang menyebut Gojek akan merger dengan Grab. Pasalnya, Gojek dan Grab berada pada industri dan layanan sejenis.

Dari Sisi Ekonomi

Ilustrasi Startup (iStockPhoto)
Ilustrasi Startup (iStockPhoto)

"Secara ekonomi lebih penting bila Gojek dengan Tokopedia. Lebih bermanfaat. Layanan lebih lengkapnya. Satu-satunya di dunia yang cakupan layanannya akan seluas itu,” terangnya.

Selain itu, berkaitan dengan rencana Initial Public Offering (IPO) Tokopedia di dua negara juga menjadi poin positif tersendiri. Terutama jika proses itu dilakukan setelah terjadinya merger dengan Gojek.

”Untuk rencana ini, saya hanya bisa berkata semoga segera terwujud dan lancar jalannya. Bukan Tokopedia yang akan menang kalau ini terjadi, tapi tiap warga Indonesia yang menang,” tegas Daniel yang juga Managing Director PT Infrastructure Digital Edukasi (IDE) itu.

(Isk/Why)