Ketua OJK: Kami akan Berkantor di Ibu Kota Baru Sejak Hari Pertama

Merdeka.com - Merdeka.com - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar menyebut bahwa pihaknya akan berkantor di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara sejak hari pertama dijadikan ibu kota baru. Dia juga mengajak seluruh lembaga jasa keuangan untuk ikut berkantor di IKN Nusantara di Kalimantan.

Mahendra mengaku telah melakukan sejumlah kunjungan ke wilayah Kalimantan Timur beberapa waktu lalu. Termasuk dalam meninjau calon ibu kota baru yang akan menjadi pusat pemerintahan Indonesia.

"Pada saat perjalanan kami ke beberapa tempat tadi, kebetulan juga dan memang dengan sengaja, sempat meninjau ibu kota negara yang baru, Nusantara, dan komitmen kami, OJK akan berkantor di sana hari pertama IKN menjadi ibu kota negara," kata dia dalam Puncak Bulan Inklusi Keuangan di Central Park Jakarta, Sabtu (29/10).

Dia mengatakan, salah satu landasannya adalah adanya kerja sama yang apik antara berbagai lembaga yang telah dibangun. Hal ini menurutnya bisa dilanjutkan dengan pada industri jasa keuangan untuk berkantor di IKN.

"Saya tidak berharap lain kecuali semua industri jasa keuangan juga berkantor di IKN sejak hari pertama," ujarnya.

Bukan tanpa alasan, Mahendra mengatakan rencana itu sebagai upaya untuk meningkatkan perekonomian di Kalimantan Timur. Menurutnya, kawasan itu punya potensi mendorong ekonomi nasional lebih besar lagi.

Potensi Ekonomi Lebih Besar

Dia juga membandingkan, tingkat ekonomi Indonesia yang sebagian besar ditopang oleh Pulau Jawa mampu memberikan hasil yang signifikan. Apalagi, jika bisa ditopang oleh Kalimantan yang luasnya jauh lebih besar dari pulau Jawa.

"Nah mumpung 2024 mulai di rencanakan dan dirancang proses melakukan hal itu. Karena kalau bapak itu yang belum sempat ke IKN, luangkan waktu, lihat luar biasa potensinya. Kalimantan bagian Indonesia itu 4 kali luasnya dari pulau jawa," ungkapnya.

"Kalimantan Timur sendiri seluas pulau Jawa. Jadi bayangkan Indonesia yang sebesar ini dengan andalan satu pulau yaitu pulau Jawa, pertumbuhannya sudah seperti sekarang, bayangkan kalau kita kembangkan lagi besaran yang luar biasa itu," tambah Mahendra.

Namun, langkah itu tidak akan bisa dicapai kecuali dengan kolaborasi apik yang dijalankan antar pemangku kepentingan. Oleh karena itu, dia menginginkan kolaborasi bisa terus dilakukan.

Reporter: Arief Rahman Hakim

Sumber: Liputan6.com [idr]