Ketua PBNU: Rakyat Harus Berhenti Dulu Bayar Pajak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj berpendapat, sebaiknya kewajiban masyarakat membayar pajak untuk sementara dihentikan (moratorium) sampai pemerintah bisa membuktikan tidak ada kebocoran dari sektor penerimaan pajak.

"Menurut saya pribadi, sebaiknya memang kewajiban rakyat membayar pajak dihentikan dulu, sampai bisa dibuktikan pajak dikelola dengan baik, amanah, dan digunakan untuk kemaslahatan rakyat," kata Said Aqil, Jumat (14/9/2012).

Menurut Said Aqil, secara hukum agama, kewajiban membayar pajak berbeda dengan kewajiban membayar zakat.

"Tidak ada kewajiban bagi umat Islam untuk membayar pajak, yang ada hanya membayar zakat," kata kiai bergelar doktor lulusan Universitas Ummul Qura, Mekkah, Arab Saudi tersebut.

Menurut Said Aqil, kewajiban membayar pajak bagi rakyat lebih terkait pada keharusan mematuhi seluruh aturan pemerintah, termasuk di dalamnya membayar pajak.

"Di sini persoalannya. Kalau pajaknya dikorupsi, dan itu bukan rahasia lagi, apa kita masih wajib membayarnya?" katanya.

Dalam kondisi yang demikian, lanjut Said Aqil, kewajiban rakyat untuk membayar pajak bisa ditinjau ulang.

Berbagai kasus korupsi yang terungkap di institusi perpajakan dan
pengalaman masyarakat terhadap lembaga tersebut telah menyebabkannya menjadi institusi yang rawan korupsi.

Uang rakyat yang dibayarkan kepada negara yang seharusnya digunakan untuk kepentingan umum ternyata dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi oknum-oknum perpajakan.

Berpijak dari fakta itu, NU melalui forum Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar (Munas dan Konbes). yang akan berlangsung di pesantren Kempek, Cirebon, Jawa Barat, 15-17 September mendatang akan membahas apakah masyarakat masih wajib membayar pajak jika hasilnya dikorupsi.

Karena itu, dimungkinkan terjadinya pembangkangan sosial sebagai protes
masyarakat atas uang rakyat yang ternyata dikorupsi untuk kepentingan pribadi.

  • Kronologi Penembakan 4 WNI di Malaysia
  • BNP2TKI Selidiki Penyebab Terjadinya Saling Tembak
  • Langkah KBRI Setelah Mendengar 4 WNI Ditembak
  • Polisi Malaysia Temukan Plat Mobil Palsu
  • Berawal dari Pengaduan Masyarakat
  • Aparat Dapatkan Dua Pistol dan Laptop dari WNI yang Tewas
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.