Ketua penyelidikan pemakzulan: Trump 'siap jual keamanan nasional AS' demi terpilih kembali pada 2020

Washington (AFP) - Anggota Partai Demokrat menuduh Presiden Donald Trump siap menjual keamanan nasional AS untuk mendorong peluangnya agar terpilih lagi pada 2020 saat proses penyelidikan dibuka pada Rabu (4/12), untuk menyusun dakwaan pemakzulan terhadap pemimpin AS tersebut.

Tapi pada awal sengit dalam kajian bukti di Komite Kehakiman DPR, anggota partai Republik menangkal bahwa anggota Demokrat berusaha memutar-balikkan pemilihan umum 2016 --yang membawa Trump ke kursi presiden dan mendesak ke arah pemakzulan tanpa proses yang memadai.

Trump "secara langsung dan terbuka mengundang campur-tangan dalam pemilihan umum kita", kata Ketua Komite Kehakiman DPR Jerry Nadler, yang merujuk kepada upaya Trump untuk mencemarkan pesaingnya dari Demokrat melalui Ukraina.

"Ia menggunakan kekuasaan jabatannya untuk berusaha membuat itu terjadi. Ia mengirim agen-agennya untuk membersihkan bahwa ini adalah apa yang ia inginkan dan tuntut," kata Nalder.

"Ia bersedia mengompromikan keamanan kita dan jabatannya buat keuntungan politik, dan pribadi."

Doug Collins, anggota senior Republik di panel itu, menyanggah dengan pendapat proses tersebut adalah upaya politik yang memihak untuk merongrong presiden yang dipilih secara demokratis.

"Kita menghadapi pemakzulan tanpa fakta," katanya. Ia merujuk kepada laporan akhir mengenai penyelidikan terhadap Trump, yang disiarkan pada Selasa (3/12).

"Kita menghadapi kebencian yang mendalami terhadap seseorang yang datang ke Gedung Putih dan melakukan apa yang ia katakan ia akan lakukan," kata Collins, yang merujuk kepada Trump.

"Ini bukan pemakzulan. Ini hanya lah pekerjaan rel kereta sederhana. Dan hari ini adalah buang-buang waktu."

Pada Selasa, anggota Partai Demokrat di Kongres membuat kasus secara kuat bahwa Trump mesti disingkirkan dari jabatan karena menyalah-gunakan kekuasaannya dengan menekan Ukraina buat pekerjaan kotor terhadap pesaingnya dalam pemilihan umum dari Demokrat.

Laporan akhir mengenai penyelidikan Komite Intelijen DPR, yang dipimpin oleh anggota parlemen Adam Schiff, menyimpulkan bahwa "presiden menempatkan kepentingan politik pribadinya di atas kepentingan nasional Amerika Serikat, berusaha merusak keutuhan proses pemilihan presiden AS dan membahayakan keamanan nasional AS".

Laporan tersebut diharapkan membentuk dasar buat Komite Kehakiman guna menyusun dakwaan resmi --pasal pemakzulan-- yang dapat meliputi suap, penyalahgunaan kekuasaan, penghalangan dan penghinaan terhadap Kongres.

Dalam pelaksanaan tahap baru pemakzulan, empat ilmuwan konstitusional dipanggil untuk bersaksi pada Rabu di hadapan Komite Kehakiman Senat dalam yang pertama dari serangkaian proses dengar pendapat guna menetapkan bobot kejahatan yang diduga dilakukan Trump.

Di London untuk pertemuan puncak NATO, Presiden Donald Trump mengecam laporan Demokrat yang mengajukan kasus buat pemakzulannya sebagai "lelucon" dan mengecam pesaingnya karena melanjutkan proses itu selama perjalanannya.

"Apa yang mereka lakukan sangat buruk buat negara kita," kata Trump ketika ditanya mengenai laporan tersebut. "Itu lelucon."

Anggota Demokrat dilaporkan bermaksud membuat pasal pemakzulan diajukan untuk pemungutan suara buat seluruh Dewan Perwakilan Rakyat sebelum Natal pada 25 Desember.

Jika disahkan sebagaimana perkiraan, Trump kemudian akan diadili buat pemecatan di Senat, yang dikuasai Republik --tempat ia diperkirakan dibebaskan dari hukuman.