Ketua PPIH: Layanan Fasttrack Kurangi Rasa Lelah Jemaah

Merdeka.com - Merdeka.com - Jemaah dari dua embarkasi yakni Jakarta Pondok Gede dan Jakarta Bekasi mendapat layanan fasttrack baik di Bandara AMMA Madinah maupun Bandara King Abdul Aziz Jeddah. Fasttrack adalah jalur keluar jemaah dari terminal kedatangan tanpa harus melalui pemeriksaan imigrasi karena sudah dilakukan di Tanah Air.

Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), Arsad Hidayat, memuji layanan fasttrack yang diberikan Saudi.

"Sangat-sangat bagus. Itu juga menjadi harapan kita bersama. Jadi Layanan yang tadinya butuh waktu cukup lama sekitar 2 atau 2 setengah jam bisa setengah jam saja," kata Arsad kepada Media Center Haji di Madinah.

Layanan Fasttrack Tahun Ini yang Kedua Setelah 2019

Menurutnya, penerbangan Jakarta-Madinah atau Jakarta-Jeddah memakan waktu sembilan sampai sepuluh jam. Belum lagi ada perbedaan waktu antara Indonesia dan Saudi lebih kurang 4 jam. Layanan fasttrack sangat mengurangi kelelahan jemaah untuk mengantre saat pemeriksaan imigrasi.

"Itu mengurangi rasa kelelahan jemaah setelah di dalam penerbangan. Begitu turun hanya butuh 30 menit saja langsung bisa naik ke bus dan diantar ke hotel jemaah haji," katanya.

PPIH, katanya, sangat berterima kasih atas inovasi yang diberikan Saudi dalam rangka memberikan kemudahan bagi jemaah Indonesia. Layanan fasttrack tahun ini menjadi yang kedua kalinya dilakukan. Terakhir di tahun 2019.

"Saya kira kita patut berikan apresiasi kepada pemerintah Arab Saudi yang tidak henti-hentinya melakukan perbaikan terhadap layanan haji khususnya layanan fastrack," tutup Arsad. [gil]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel