Ketua PPIP Din Syamsuddin Serukan Boikot Produk Israel

·Bacaan 1 menit

VIVA – Ketua Prakarsa Persahabatan Indonesia-Palestina (PPIP) Din Syamsuddin sangat prihatin, atas serangan tentara zionis Israel terhadap Jerusalem Timur dan jemaah di Masjid Al-Aqsha serta pengeboman Gaza, Palestina yang telah menimbulkan ribuan korban rakyat tak berdosa.

Atas nama PPIP, Din mengutuk keras tindakan brutal tentara zionis Israel tersebut. Menurut Din, apa yang dilakukan oleh Israel merupakan pelanggaran HAM berat, pelanggaran resolusi-resolusi PBB dan hukum internasional. Serangan Israel juga merupakan bentuk terorisme yang nyata.

"Menyerukan PBB dan masyarakat internasional yang cinta damai dan keadilan untuk mengambil langkah-langkah nyata menghentikan kekejaman tentara zionis Israel tersebut dan mengenakan sanksi baik politik-militer, maupun ekonomi, yakni dengan memboikot produk-produk Israel dan pro Israel," kata Din Syamsuddin, Selasa, 18 Mei 2021

Selain itu, Din juga mendesak negara-negara anggota Organisasi Kerja sama Islam atau OKI, khususnya negara-negara Arab untuk menunjukkan solidaritas dan simpati nyata terhadap perjuangan rakyat Palestina untuk memerdekakan diri. Apa yang dilakukan oleh Israel dinilai sudah melanggar nilai kemanusiaan.

"Mendesak Israel untuk meninggalkan wilayah Palestina/Arab yang didudukinya secara ilegal agar negara-negara Arab mengenyampingkan egoisme dan kepentingan terbatas mereka," ujarnya

Din juga mengapresiasi sikap Pemerintah RI yang menunjukkan komitmen terhadap Palestina. PPIP juga mendorong agar Pemerintah RI lebih lanjut menggalang dukungan negara-negara anggota OKI dan gerakan nonblok untuk mengirim pasukan penjaga perdamaian ke Palestina guna menghalau agresi tentara zionis Israel.

"Menyerukan segenap umat beragama di Indonesia yang cinta damai, keadilan, dan kemanusiaan yang adil dan beradab untuk memberi dukungan/bantuan bagi rakyat Palestina baik moril maupun materiil, dan doa semoga Allah Yang Maha Kuasa melindungi rakyat Palestina dari segala marabahaya dan malapetaka," ujarnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel