Ketua RT: Orang tua Maharany sudah lama berpisah

MERDEKA.COM,

Maharany Suciyono, gadis yang ditangkap KPK bersama Ahmad Fatanah di Hotel Le Meridien, menghilang selama dua hari. Peristiwa itu membuat Ketua RT, Samardi terkejut mengenai pemberitaan yang melibatkan gadis berusia 19 tahun itu.

"Saya kaget dan baru tahu kemarin, setelah saya cek ternyata anaknya bu Engkun," kata Sarmadi di kediamannya di Kramatjati, Jakarta Timur, Sabtu (2/2).

Sarmadi mengatakan, keluarga Maharany tinggal di kawasan Kramatjati, Jakarta Timur sejak 10 tahun lalu. Hal itu dia ketahui berdasarkan data kependudukan yang dipegangnya. Maharany tinggal bersama ibu serta kakaknya, yaitu Engkun Kurniasih dan Anggi Kumatiyono Pratama.

Sebelum pindah ke alamat barunya itu, keluarga Maharany sempat tinggal di Komplek Inerbang, Kramat Jati, Jakarta Timur. Dirinya mengaku tidak mengetahui aktivitas sehari-hari yang dijalani mahasiswi Universitas Moestopo (Beragama) itu.

"Kesehariannya saya nggak tahu, mungkin kalau kemarin sebut nama ibunya sudah pasti ketemu," ujarnya.

Berdasarkan Kartu Keluarga, remaja kelahiran Kuningan 3 Maret 1993 itu masih tercatat tinggal di tempat lama. Dirinya tinggal bersama ibu kandungnya yang berprofesi sebagai seorang guru di sebuah sekolah negeri. Sementara, ayahnya bernama Nyocky S telah lama berpisah.

Pantauan merdeka.com, Sabtu (2/2), situasi di kediaman keluarga Maharany tampak sepi. Rumah bercat hijau dan kusen bercat putih tersebut tertutup rapat. Belum ada satu pun dari Maharany maupun keluarganya untuk dimintai keterangan soal penangkapan KPK di Hotel Le Meridien.

Sebelumnya, Rany sempat memberi keterangan singkat kepada wartawan di kediamannya soal penangkapannya. Dia mengatakan, perkenalannya dengan Ahmad Fatanah hanya berselang satu hari sebelum penangkapan di Senayan City, Jakarta Pusat. Pada Rany bertemu dengan Ahmad Fatanah di hotel Le Meredian karena diajak makan malam.

Namun saat sedang di cafe dan diberikan uang Rp 10 juta oleh Ahmad Fatanah, KPK tiba-tiba menangkapnya dan langsung membawa keduanya ke Kantor KPK di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.