Ketua Satgas: Hampir Semua Provinsi di Sumatera Alami Kenaikan Kasus Covid-19

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan, hampir semua provinsi yang ada di Pulau Sumatera saat ini mengalami kenaikan kasus Covid-19. Bukan hanya itu, tren kematian akibat virus Corona di Pulau Sumatera juga meningkat.

"Kalau kita lihat hampir semua provinsi di Pulau Sumatera mengalami kenaikan kasus, baik kasus aktif dan menurun angka kesembuhan serta meningkat seluruh provinsi angka kematiannya," kata Doni dalam konferensi pers di Youtube Sekretariat Presiden, Senin (3/5/2021).

Menurut dia, salah satu penyebabnya karena masih adanya masyarakat yang nekat mudik ke kampung halaman sebelum Ramadan. Untuk itu, Doni meminta kepala daerah di Pulau Sumatera segera melakukan evaluasi dan upaya untuk menekan penyebaran Covid-19.

"Oleh karenanya kepada seluruh pejabat di Pulau Sumatera, untuk betul-betul evaluasi seceapat mungkin, jangan sampai terlambat," ujarnya.

Doni khawatir apabila penanganan Covid-19 dilakukan terlambat, akan muncul lonjakan kasus virus corona seperti yang terjadi di DKI Jakarta pada September-Oktober 2020 akibat pelonggaran sejumlah kegiatan. Kala itu, kata dia, lonjakan kasus membuat rumah sakit menjadi penuh.

"Rumah sakit, Wisma Atlet mengalami kepenuhan sehingga terjadi antrean ambulans yang cukup panjang," ucapnya.

"Pengalaman-pengalaman ini diharapkan betul-betul menjadi pelajaran bagi kita semua untuk tidak terulang kembali pada periode mendatang," sambung Doni.

Jokowi Minta Kepala Daerah Atur Warga Tak Mudik Lebaran

Calon penumpang kereta api jarak jauh antre untuk melakukan tes Genose atau Antigen di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Sabtu (1/5/2021). Jelang batas pelarangan mudik lebaran 2021 pada 6 hingga 17 Mei 2021, Stasiun Pasar Senen dipadati calon penumpang. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Calon penumpang kereta api jarak jauh antre untuk melakukan tes Genose atau Antigen di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Sabtu (1/5/2021). Jelang batas pelarangan mudik lebaran 2021 pada 6 hingga 17 Mei 2021, Stasiun Pasar Senen dipadati calon penumpang. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta pemerintah daerah untuk mengatur agar tak ada masyarakat yang mudik Lebaran 2021.

Pasalnya, berdasarkan survei, masih ada 7 persen atau 18,9 juta warga yang bersikeras mudik Lebaran 2021 meski sudah ada larangan yang diberlakukan mulai 6-17 Mei.

"Saya betul-betul masih khawatir mengenai mudik di Idul Fitri," ujar Jokowi saat memberikan pengarahan kepada kepala daerah se-Indonesia di Istana Negara Jakarta, sebagaimana dilihat di Youtube Sekretariat Presiden, Kamis 29 April 2021.

Dia pun meminta pemerintah daerah untuk terus menyampaikan kebijakan larangan mudik Lebaran 2021 agar jumlah warga yang berniat ke kampung halaman semakin berkurang. Selain itu, dia juga mengingatkan kepala daerah terus mensosialisasikan protokol kesehatan.

"Yang paling penting kita menekankan sekali lagi disiplin yang ketat terhadap prokes, kuncinya ada disitu. Kunci ada disitu disiplikan masyarakat secara ketat melalu protokol kesehatan," tutur dia.

Saksikan video pilihan di bawah ini: