Ketua Satgas Ungkap Penyebab Lonjakan COVID-19 di Kudus

·Bacaan 2 menit

VIVA – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekaligus Ketua Satgas COVID-19 Letnan Jenderal Ganip Warsito bergerak cepat untuk mengatasi kasus COVID-19 di Kabupaten Kudus.

Pada Rabu, 2 Juni 2021, Ganip Warsito lebih dahulu menemui Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Semarang untuk mengetahui perkembangan terkini sebelum melihat langsung ke lapangan.

Berdasarkan hasil analisis data di BNPB dan penjelasan dari Gubernur, kata Ganip, sebenarnya kejadian lonjakan kasus itu sudah dihitung dan diprediksi. Tren yang selama ini terjadi setelah ada liburan pasti ada kenaikan kasus COVID-19. Itu karena mobilitas manusialah yang membawa virus ini sehingga pembatasan menjadi hal yang harus dilakukan.

"Langkah taktis, teknis, maupun strategis, sudah dilakukan oleh kepala daerah. Tinggal kita mendorong lagi agar lonjakan ini tidak makin besar," katanya.

Assessment ke Kudus dilakukan untuk membantu penyelesaian kasus COVID-19. Beberapa kebutuhan juga sudah disiapkan seperti masker dan tenda isolasi. Mengenai pendirian rumah sakit darurat sejauh ini belum dilakukan karena menunggu hasil assessment.

"Posko sudah jelas kita berikan untuk pendampingan. Peralatan dan perlengkapan seperti masker dan tenda isolasi disiapkan. Kemudian assessment lagi. Kalau dari paparan Gubernur tadi disampaikan bisa dibantu daerah lain, masih mencukupi. Penambahan tenaga kesehatan sudah dilakukan," katanya.

Ia menambahkan, dari Kudus nanti rombongan juga akan melakukan assesment ke Cilacap untuk memantau perkembangan kasus varian baru yang dibawa oleh ABK kapal pengangkut gula rafinasi dari India.

Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan tenaga kesehatan yang sudah dikirim sebanyak 54 orang. Sementara untuk kebutuhan kamar di rumah sakit juga sudah ditambah bahkan daerah seperti Semarang juga sudah menerima pasien COVID-19 dari Kudus.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Yulianto Prabowo menambahkan, tenaga kesehatan yang dikirim ke Kudus itu terdiri atas relawan perawat yang dibiayai oleh Pemprov Jateng. Sementara bantuan dokter sudah dikoordinasikan dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

"Nakes itu diserahkan ke Bupati Kudus, penempatan sesuai kebutuhan di sana, terutama untuk mengganti nakes yang sakit. Lalu IDI juga sudah menyanggupi mengirim 20 nakes. Kemarin kita juga sudah kirim 2 dokter paru dan 2 dokter penyakit dalam," katanya.

Teguh Joko Sutrisno/Semarang

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel