Ketua Umum Dharma Pertiwi kunjungi Difabel Zone

Ketua Umum Dharma Pertiwi Diah Erwiany Trisnamurti Hendrati mengunjungi Difabel Zone untuk melihat langsung proses pembuatan aneka kerajinan tangan seperti batik oleh para penyandang disabilitas.

"Disabilitas bukanlah penghalang seseorang untuk melakukan sesuatu," kata Ketua Umum Dharma Pertiwi Diah Erwiany Trisnamurti Hendrati dipantau dari kanal YouTube Jenderal TNI Andika Perkasa di Jakarta, Kamis.

Dalam kunjungannya, istri Panglima TNI tersebut melihat dan ikut terlibat langsung proses pembuatan batik yang dimulai dengan menggambar.

Di lokasi Difabel Zone ia mengaku kagum atas karya dan semangat para penyandang disabilitas dalam berkarya. Aneka kerajinan yang dihasilkan misalnya pakaian, tas dan beragam bentuk lainnya.

Hetty, panggilan akrabnya, mengatakan para perajin batik yang tergabung di Difabel Zone telah menjadi inspirasi bagi jutaan orang melalui karya yang dihasilkannya.

"Karya ini juga bagian dari melestarikan budaya Indonesia," kata dia.

Baca juga: Secercah harapan di Pesantren Tahfidz Difabel Pertama di Jakarta

Sementara itu, salah seorang perajin batik di Difabel Zone Rahmat mengatakan keterbatasan yang dimilikinya tidak menjadi penghalang untuk melahirkan atau menghasilkan beragam batik.

"Saya harus berani mencoba dan alhamdulillah saya diterima di sini," ujarnya.

Ia menceritakan pada awalnya sama sekali belum pernah terjun ke dunia kerja apalagi membatik. Namun, berbekal tekad yang kuat, Rahmat memberanikan diri hingga akhirnya berhasil menjadi perajin batik di Difabel Zone.

Senada dengan itu, perajin batik difabel lainnya Aryani mengaku sangat tertarik dengan profesi yang ditekuninya tersebut. Apalagi, membatik adalah bagian dari warisan nenek moyang orang Indonesia.

Baginya, membatik sama halnya dengan menuangkan ide, pikiran dan perasaan dan keinginan melalui kain yang digores hingga membentuk corak tertentu.

Sebagai tambahan informasi Difabel Zone merupakan sebuah wadah kreatifitas bagi penyandang disabilitas yang hadir di Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Komunitas tersebut didirikan 2017 dan dibina langsung oleh Lidwina Wurie.

Baca juga: Rumah Anak Prestasi Surabaya jadi ruang kreativitas anak disabilitas