Ketua Umum Kadin bertemu Paus Fransiskus bicara G20 & perubahan iklim

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid bertemu Paus Fransiskus di Vatikan membahas pengembangan ekosistem energi hijau dan ekonomi berkelanjutan, menjelang Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (COP-27 UNFCCC) di Mesir dan KTT G20 di Bali.

Arsjad Rasjid menyampaikan sesuai dengan tema B20 “Advancing Innovative, Inclusive, and Collaborative Growth” pertemuan di Bali akan mengedepankan pentingnya keadilan ekonomi dengan mengutamakan nilai kemanusiaan dan dialog lintas kepercayaan.

"Dengan adanya KTT G20 dan B20 di Bali, para pemimpin dunia memikirkan cara dunia melakukan transformasi untuk menghadirkan gerakan bersama, dalam melakukan pemulihan dunia dari aktivitas ekonomi yang mengancam, seperti mempromosikan pengurangan emisi karbon, kerja sama dagang yang inklusif, dan sejumlah legacy lain yang terarah pada visi keberlanjutan," ujar Arsjad dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Baca juga: Sekjen PBB minta G20 arahkan pemulihan ekonomi global

Pertemuan itu menyepakati perubahan mendasar dalam ekonomi global bersumber dari nilai moral, spiritual, dan agama. Arsjad mengundang Paus Fransiskus berkunjung ke Indonesia tahun depan.

"Berbicara tentang pemulihan dunia dari ancaman perubahan iklim merupakan dialog lintas agama. Kita dipanggil kepada planet yang tanpa batas, untuk bekerja sama memulihkan dunia. Perubahan iklim adalah dialog lintas agama yang penting karena didasarkan pada iman kita yang mewajibkan kita untuk merawat bumi, menciptakan kesejahteraan, menjamin tatanan hidup yang layak bagi generasi selanjutnya," ujar Arsjad.

Lebih jauh ia menjelaskan perdamaian menjadi persyaratan mutlak untuk segala sesuatu, yang berakar pada ajaran untuk berbuat baik dari semua agama. Kesejahteraan berkontribusi pada perdamaian karena mengakhiri kesenjangan sosial dan meminimalisir konflik.

Baca juga: RI ambil peran atasi krisis global lewat G20, sambil pulihkan ekonomi

Paus Fransiskus juga menyerukan hal yang sama terkait panggilan dan solidaritas umat manusia terhadap pemulihan dunia dan lingkungan. Paus Fransiskus mengajak umat Katolik melakukan pertobatan ekologis, sekaligus memberikan pesan kuat kepada para pemimpin dunia yang hadir di COP-27 di Mesir dan G20 memikirkan pengurangan jejak karbon dari aktivitas manusia.

Dia menekankan dampak yang tak terkirakan dari bencana ekologis akibat perubahan iklim dan konflik geopolitik, seperti kekeringan, banjir, angin topan, krisis pangan, krisis air, serangan hama dan penyakit, serta ancaman terhadap kehilangan sumber-sumber penghidupan yang layak.

Baca juga: Paus Fransiskus: Perang Ukraina alihkan perhatian dunia dari kelaparan