Ketua Umum MUI Awasi Simulasi Vaksinasi COVID-19 di RSI Surabaya

Mohammad Arief Hidayat, Nur Faishal (Surabaya)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Rumah Sakit Islam (RSI) Surabaya, Jawa Timur, menggelar simulasi vaksinasi COVID-19 pada Jumat, 18 Desember 2020. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Miftachul Akhyar dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ikut hadir, dan Plt Dirjen P2P Kemenkes Muhammad Budi Hidayat, meninjau serta mengawasi jalannya simulasi.

Simulasi oleh tenaga kesehatan di RSI Surabaya. Ada yang berperan sebagai tukang penyuntik vaksin atau vaksinator, ada pula yang menjadi orang yang disuntik. Mereka mengaku siap untuk divaksin saat vaksinasi sudah siap.

"Karena pandemi ini untuk menghentikan, ya, salah satunya divaksin," kata seorang pegawai yang menjadi relawan vaksin, Irawan.

Miftachul Akhyar mengatakan, MUI mempertimbangkan sisi kesehatan efektif atau tidak serta aman atau tidaknya vaksin yang akan dipakai oleh pemerintah. "Aman enggak? Dari sisi toyyibah-nya, mujarab tidak (vaksin yang rencananya akan dipakai di Indonesia)," ujarnya.

Baca: Perbedaan 3 Vaksin COVID-19: Cara Kerja hingga Efektivitasnya

Khofifah Indar Parawansa menuturkan bahwa kehadiran ketum MUI dan ketua Nahdlatul Ulama Jawa Timur Marzuki Mustamar dalam simulasi vaksinasi ialah untuk memastikan kehalalan jenis vaksin yang akan dipakai di Indonesia. "Karena ini salah satu yang sering kali kekhawatiran soal kehalalan vaksin," tuturnya.

Jawa Timur, kata Khofifah, sudah menyiapkan 2.404 vaksinator yang bersertifikat. Setiap kabupaten/kota ada programmer, supaya bisa mengikuti seluruh proses dengan reportase yang real time. Di dalamnya termasuk ada satgas vaksin.

"Di dalam Satgas COVID-19 juga ada sub tentang KIPI, kejadian ikutan pasca-imunisasi," katanya.

Khofifah menegaskan, Jatim juga sudah menyiapkan 1.800 cold storage untuk tempat vaksin, karena harus disimpan dalam suhu tertentu, yakni antara -2 derajat C sampai -8 derajat C. Selain itu, disiapkan 8.501 vaksin carrier untuk membawa vaksin.

"Ketika semua siap, insya Allah rumah sakit yang melakukan simulasi akan terkonfirmasi bagaimana rangkaian proses pemberian vaksin," ujarnya.

Pemerintah, menurut Muhammad Budi Hidayat, ingin memastikan bahwa pelaksanaan vaksin COVID-19 yang dilaksanakan di Jawa Timur aman dan lancar. Salah satu rumah sakit yang siap adalah RSI Surabaya.

"Kalau puskesmas, rumah sakit negeri, kan sudah biasa melakukan vaksinasi. Nah, ini kita coba di rumah sakit swasta," ujarnya.