Ketum Golkar harap Forum Pemred jaga narasi positif jelang pemilu

Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar Airlangga Hartarto mengharapkan Forum Pemimpin Redaksi Indonesia (Forum Pemred) dapat menjaga narasi yang positif dalam pemberitaan kepada publik menjelang Pemilu 2024.

"Terkait dengan Forum Pemred, saya harap forum ini bisa menjaga narasi positif menjelang tahun depan 2023 dan menjelang Pemilu 2024 nanti," ujar Airlangga kepada wartawan saat menghadiri acara pertemuan tokoh nasional dalam rangka memperingati 10 tahun Forum Pemimpin Redaksi Indonesia (Pemred) di Jakarta, Jumat.

Baca juga: Anies Baswedan dorong Forum Pemred munculkan objektivitas di media

Menurut dia, narasi yang positif menjelang Pemilu 2024 itu perlu dijaga agar mampu melahirkan politik mempersatukan yang dapat berkontribusi menjaga situasi di Indonesia agar senantiasa baik.

Lebih lanjut, Airlangga mengatakan saat ini Indonesia masih menghadapi banyak tantangan, seperti memulihkan perekonomian nasional yang terdampak pandemi COVID-19.

Dia menilai narasi yang positif dari pemberitaan itulah yang mampu menjaga optimisme masyarakat terhadap kemampuan Indonesia mencapai pembangunan nasional terbaik di tengah berbagai tantangan yang ada.

Dengan demikian, Airlangga menekankan peran penting Forum Pemred dalam mendorong kemunculan narasi-narasi yang positif dalam pemberitaan media massa di Tanah Air.

"Jadi kalau ini kita dorong, optimisme ini berjalan. Momentum ini tidak keluar dua kali. Juga kita lihat negara-negara lain tantangannya banyak. Maka tentu, kerja sama dengan para pemred tidak pernah lebih penting dari hari ini," ucap dia.

Sebelumnya dalam kesempatan yang sama, Airlangga selaku Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengharapkan media massa, baik cetak maupun daring (online), dapat memberitakan kepada publik mengenai arti pertumbuhan ekonomi Indonesia yang membaik.

"Saya mengharap teman-teman media cetak ataupun online bisa menyampaikan ke publik arti pertumbuhan ekonomi yang 5,44 persen," ucap dia.

Menurut dia, laporan dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada Jumat ini mengenai pertumbuhan ekonomi pada triwulan II-2022 yang tumbuh 5,44 persen jika dibandingkan periode yang sama pada tahun 2021 itu mengandung arti bahwa ekonomi Indonesia mampu tumbuh lebih tinggi di tengah situasi yang sulit akibat dampak pandemi COVID-19 dan kondisi geopolitik dunia yang bergejolak.

Baca juga: Forum Pemred bentuk tim perumus ekosistem media bangun media sehat
Baca juga: Muhaimin: Ekonomi bisa berjalan baik jika pers-bangsa jaga persatuan
Baca juga: AHY ajak anak bangsa satukan visi misi bangun Indonesia

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel