Ketum HMI Terpilih Diingatkan Soal Amanat Jokowi

Syahrul Ansyari
·Bacaan 2 menit

VIVA - Raihan Ariatama terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam periode 2021-2023. Kader HMI dari Universitas Gadjah Mada (UGM) itu terpilih usai mengalahkan empat kompetitornya dengan meraih 82 suara.

Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia, Haris Pertama, yang juga alumni HMI Cabang Jakarta mengucapkan selamat atas terpilihnya Raihan Ariatama sebagai Ketua Umum PB HMI.

“Saya sebagai alumni HMI Cabang Jakarta mengucapkan selamat kepada adinda Raihan Ariatama sebagai Ketua Umum PB HMI periode 2021-2023,” kata Haris, Kamis, 25 Maret 2021.

Baca juga: Diwarnai Ketegangan, Raihan Ariatama Terpilih sebagai Ketum PB HMI

Haris berharap Raihan dapat menjalankan amanat Presiden Joko Widodo saat membuka kongres HMI yang menyebut cita-cita pendiri HMI dalam mewujudkan penyelarasan keislaman dan keindonesiaan dengan semangat pembaharuan, memperkokoh persatuan bangsa di tengah keberagaman, dan menjadi pilar penyokong integrasi bangsa untuk diwujudkan.

“Saat membuka kongres, Presiden Jokowi bilang HMI harus menjadi pelopor kemajuan bangsa. Oleh karena itu, sebagai Ketua Umum HMI, adinda Raihan dapat mengantar bangsa Indonesia untuk berkompetisi kedepannya,” ujarnya.

Haris juga meyakini Raihan dapat membawa HMI sebagai organisasi pengkaderan sekaligus penyambung kepentingan rakyat.

“Sebagai organisasi intelektual muslim, HMI juga harus menjadi jembatan antara Islam dan negara, dan upaya ini telah dilakukan HMI sejak HMI didirikan. Di kepemimpinan Raihan, saya yakin hal tersebut akan terus berjalan,” tutur Haris.

Sebelumnya, HMI menggelar Kongres XXXI di Gedung Islamic Center Surabaya, Jawa Timur, Kamis, 25 Maret 2021. Meskipun sempat diwarnai kericuhan, pada akhirnya proses pemilihan ketua umum pun dilaksanakan.

Raihan maju diusung oleh Pengurus Cabang HMI Bulaksumur Sleman. Pada pemilihan putaran pertama, ia memperoleh sebanyak 82 suara.

Di bawahnya, ada Muhammad Ichya Alimudin dari Cabang Ciputat 40 suara, Abdul Rabbi Syahrir dari Cabang Bogor 34 suara, Muhammad Arimin dari Cabang Kutai Kertanegara 32 suara, dan Muhammad Nur Aris Shoim dari Cabang Yogyakarta memperoleh 13 suara. Satu suara dinyatakan hangus.