Ketum KONI Dukung Anindya Bakrie Lanjutkan Kepengurusan PRSI

Pratama Yudha
·Bacaan 2 menit

VIVA – Jelang Musyawarah Nasional, Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI), Anindya Novyan Bakrie, mendapatkan dukungan dari Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman. Pria 66 tahun itu berharap Anindya bisa meneruskan kepemimpinan untuk periode selanjutnya.

Hal itu diungkapkan Marciano ketika menerima kedatangan Anidya Bakrie beserta beberapa pengurus PRSI di kediamannya, Jakarta, Rabu 10 Februari 2021. Dia merasa selama kepengurusan Anindya, induk cabang olahraga renang Tanah Air itu berhasil mendulang prestasi.

Salah satunya adalah keberhasilan polo air putra meraih medali emas di SEA Games 2019 Manila. Selebihnya, PRSI mendulang medali dari cabang renang.

"Pak Anin ini orang baik dan saya lihat juga bagus dalam pembinaan akuatik, jadi saya rasa cocok memimpin PB PRSI lagi," kata Marciano dalam rilis PRSI yang diterima VIVA.

Dalam pertemuan dengan KONI Pusat, Anindya melaporkan persiapan untuk menggelar Musyawarah Nasional akhir Februari nanti. Hasil pertemuan PB PRSI dengan seluruh Ketua Pengprov secara virtual, awal Februari lalu, sebagian besar menginginkan menggelar Munas virtual.

"Berharap di akhir bulan Februari bisa menggelar munas virtual yang tentunya nanti ada pra-munas untuk membahas evaluasi serta bahas perencanaan ke depan supaya lebih baik lagi. Jadi di pra-munas lebih panjang waktunya supaya bisa terakomodir semua," ucap Anin.

Kepengurusan Anindya Bakrie periode 2016-2020 sudah berakhir. Munas mendatang akan memilih Ketua Umum PB PRSI periode 2021-2025.

"Dalam masa COVID-19 ini, saya memberikan persetujuan dengan catatan mayoritas anggota PRSI menyetujui Munas bisa dilaksanakan secara virtual dan sesuai protokol kesehatan. Saya berharap Pak Anin dengan para pengurusnya bisa menata kembali pola pembinaan renang di Indonesia agar ke depan prestasi atlet-atlet kita semakin baik," tutur Marciano.

Seperti diketahui, di masa kepemimpinan periode Anindya Bakrie banyak event nasional dan internasional bisa berjalan dengan baik serta berbagai inovasi.

Seperti Festival Akuatik Indonesia dan Indonesia Open Aquatic Championship merupakan satu kejuaraan yang diikuti berbarengan empat cabor sekaligus renang, renang artistik, loncat indah, serta renang master.

Selain sejarah di polo air, Indonesia juga mencetak prestasi lain lantaran dua atlet polo air Indonesia Ridjkie Mulia dan Rezza Auditya dikontrak klub Liga Serbia.