Ketum PKB: Kita Harus Menangkan Pemilu 2024, Minimal Juara 2

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mengaku senang dengan hasil berbagai survei yang menyebut elektabilitas PKB cukup tinggi. Dia menargetkan PKB memenangkan Pemilu 2024 atau minimal meraih posisi dua besar.

"Kita bersyukur berbagai hasil survei posisi PKB cukup bagus, ada di tiga besar bahkan ada yang menyebutkan dua besar. Sampai pemilu nanti, kita harus memenangkan pemilu, minimal bisa rebut juara dua pada Pemilu 2024," kata Muhaimin dalam keterangannya, Minggu (28/8/2021).

Pria yang kerap disapa Cak Imin ini mengajak seluruh kader hingga simpatisan PKB untuk terus bersama membangun komitmen dalam rangka memenangkan PKB. "Kita harus bangun komitmen memenangkan PKB," ucap dia.

Untuk mencapai target yang ditetapkan, Cak imin telah meminta seluruh anggota PKB di DPR RI, DPRD I, dan DPRD II untuk bekerja keras dan menemui masyarakat.

"Ketua DPC PKB se-Indonesia agar tidak pernah berhenti mendekatkan PKB di hati masyarakat. PKB harus bersama denyut nadi dan partisipasi politik rakyat," kata dia.

Inklusif, cair, dan nyambung

Untuk menggaet hati rakyat, Cak Imin meminta PKB menjadi partai yang dekat dan komunikatif dengan rakyat

"Hadirkan PKB secara inklusif, cair, nyambung dengan apa yang terjadi di masyarakat. Kalau bikin acara, harus betul-betul yang bisa menjadikan PKB mudah diakses, mudah ditempuh untuk berkomunikasi. Kalau memungkinkan bisa membantu apa yang dibutuhkan masyarakat," ujar dia.

"Komunikasi kita, kehadiran kita harus bisa nyambung. Prinsip-prinsip komunikasi, berikan pendidikan politik, pencerdasan politik, dan pendewasaan politik," pungkas Muhaimin.

Muncul Wacana Pemilu 2024 Diundur 2027

Infografis Muncul Wacana Pemilu 2024 Diundur 2027. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Muncul Wacana Pemilu 2024 Diundur 2027. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel