Ketum PSSI Bongkar PR Stadion GBLA, Mulai Kelaikan hingga Mekanisme Beli Tiket

Merdeka.com - Merdeka.com - Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Mochamad Iriawan meminta pengelola Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) termasuk manajemen memperbaiki sejumlah hal jelang kompetisi Liga 1 dimulai.

Hal itu disampaikan usai meninjau kondisi GBLA bersama manajemen Persib, Kapolda Jabar Irjen Suntana dan Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali.

Diketahui fasilitas GBLA menjadi buah bibir di media sosial karena beberapa fasilitasnya rusak. Sejumlah tembok pun retak. Stadion tersebut sempat terbengkalai dan tidak digunakan selama hampir tiga tahun, sebelum dipakai sebagai tempat tuan rumah Persib Bandung pada Piala Presiden sebulan lalu.

Hal itu mengemuka saat insiden dua orang supporter Persib Bandung meninggal dunia karena terjebak berdesakan ingin masuk stadion saat laga Persib melawan Persebaya Surabaya.

"Sudah fiks bahwa besok kita akan kick off (Liga 1) di Bali, dari sekian yang kita diskusikan salah satunya adalah Pak Menpora mengajak kami untuk melihat stadion GBLA yang akan dipakai untuk pertandingan home Persib Bandung," kata Iriawan di Bandung, Jumat (22/7).

Salah satu yang dibahas dalam tinjauan itu adalah memastikan kembali kelaikan stadion hingga mekanisme pembelian tiket serta penonton bisa masuk ke stadion dengan tiga metoda screening.

"Harapan kami, para pengelola pertama mungkin ada problem yang harus diperbaiki sedikit-sedikit, kedua tentunya kepada suporter ketika Persib Bandung di mana ini suporter terbesar yang ada di Indonesia bahkan di negara Asia, kami berharap sesuai dengan apa yang disampaikan oleh manajemen dan federasi, oleh pemerintah yaitu yang akan datang ke sini harus yang sudah punya tiket," ucap Iriawan.

"Sehingga kami sebagai ketua umum PSSI berharap tidak ada lagi kejadian seperti kemarin, karena memang itu membuat situasi sepak bola khususnya di Persib atau di Bobotoh atau di suporter menjadi dirugikan karena tidak ada penonton, padahal kemarin kami sudah ingin melakukan gelar pertandingan AFF U-19 di sini tapi karena tidak ada penonton maka tidak mungkin," ia melanjutkan.

Jika semua perbaikan bisa dilakukan, ia mengagendakan beberapa pertandingan resmi dalam kalender FIFA bisa dilaksanakan di GBLA.

"Kita juga berharap FIFA match day nanti, kalau nanti ini mungkin bisa berjalan dengan baik, bukan tidak mungkin kami akan geser ke sini beberapa FIFA match day akan kita selenggarakan bulan september ke depan," pungkasnya.

Sementara itu Zainudin Amalia memastikan GBLA laik digunakan sebagai tempat tuan rumah Persib Bandung pada Perhelatan Liga 1. Meski demikian, dia meminta semua pihak, seperti Panitia Pelaksana (Panpel) hingga pendukung Persib Bandung bisa mematuhi dan menjalankan semua aturan yang sudah ditetapkan.

Di antaranya adalah mekanisme penjualan tiket secara daring, tidak membiarkan penonton tanpa tiket masuk stadion, hingga pembatasan kapasitas stadion di tengah pandemi Covid-19.

"Tentu kami harus bisa memastikan, pertama tentang kelayakan secara teknis, yang kedua adalah kenyamanan dan ketiga adalah pengamanannya," kata Zainudin.

Dia sudah mendapatkan penjelasan dari kepolisian mengenai pengamanan. Lalu dari manajemen Persib mengenai rencana penjualan tiket sampai dengan penonton di lokasi hingga keluar lokasi stadion.

"Secara keseluruhan apa yang sudah dijelaskan oleh Pak Kapolda kemudian oleh Pak Teddy sebagai panitia dan juga penanggung jawab di Persib, saya kira sudah cukup memadai, GBLA sebagai tempat dan sebagai lapangan untuk pertandingan yang akan dilakukan oleh Persib," kata dia. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel