Ketum PSSI: Indra Sjafri Harus Mendukung Shin Tae-yong

Robbi Yanto

VIVA – Friksi antara manajer pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong dan Indra Sjafri berakhir sudah. Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan menggelar komunikasi internal dengan Tae-yong pada Jumat 26 Juni 2020.

Hasil dari pertemuan yang digelar secara virtual itu, Iriawan dan Tae-yong sepakat untuk mengakhiri kegaduhan. Tae-yong pun akan tetap menjalankan tugasnya menangani Timnas U-19, Timnas U-23 dan Timnas senior.

Sebelumnya,  Tae-yong melontarkan sejumlah kritik kepada PSSI. Salah satunya adalah dia sanksi akan pengangkatan Indra Sjafri sebagai Direktur Teknik PSSI. Padahal, menurut Tae-yong Indra melakukan tindakan indisipliner saat masih berstatus sebagai asistennya.

Nyatanya, kritik itu membuat Indra berang. Di laman PSSI dia menuduh Tae-yong pembohong karena berani menjamin bakal membawa gelar untuk Timnas Indonesia. 

Indra Sjafri bersama Shin Tae-yong

Baca Juga: Siapa yang Pembohong, Indra Sjafri dan Yeyen atau Shin Tae-yong?

Kemudian, Indra juga mengatakan bahwa kritik Tae-yong kepada PSSI dan dirinya karena Tae-yong sudah tidak percaya diri lagi memenuhi janjinya memenuhi target yang diusung PSSI.

Iriawan mengungkapkan, dalam pertemuan itu sempat menanyakan soal perselisihan Tae-yong dengan Indra. Namun, diakuinya gesekan tersebut terjadi lantaran tersumbatnya komunikasi akibat pandemi virus Corona COVID-19. 

Namun, perselisihan itu dikatakan Iriawan telah selesai. Iriawan juga menyebut bahwa Indra harus membantu dan memberi dukungan kepada Tae-yong. 

"Tadi juga dalam pertenmuan saya menanyakan berkaitan dengan Indra sjafri. Saya bilang Indra mendukung Tae-yong. Indra adalah bagian dari PSSI, harus mendukung Tae-yong," kata Iriawan.

Ketuam Umum PSSI, Mochamad Iriawan (kiri) dan Shin Tae-yong


Iriawan lebih lanjut menjelaskan dalam pertemuan secara virtual itu, dia dan Tae-yong berkomunikasi dengan sejuk dan secara kekeluargaan. Bahkan, Iriawan mengibaratkan hubungannya dengan Tae-yong seperti kakak dan adik.

"Kami berbicara secara kekeluargaan. Saya bilang, Shin berusia 52 tahun, saya 58 tahun, berarti kamu adik saya. Memang, sebelum jadi manajer pelatih, kami berdua banyak berdiskusi," ucap pria yang akrab disapa Iwan Bule itu.


Baca Juga: 

Duh, PSSI Kok Tak Paham Pola Anggaran APBN

Cerita Mike Tyson Pakai Penis Palsu dan Duel Neraka 38 Detik

Liverpool Juara, Tetap Jadi Lelucon di Dunia Maya Sampai MU Ikutan