Ketum TP PKK Buka Sosialisasi Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana Provinsi Kalsel

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Banjarmasin Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK), Tri Tito Karnavian, mendorong para kader PKK untuk dapat menekan dan mencegah penyebaran Covid-19. Menurut Tri, keberadaan kader PKK tentu mendukung kinerja dokter, tenaga kesehatan dan aparat keamanan dalam memutus penularan Covid-19. Hal ini disampaikan Tri saat membuka Gerakan Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana, yang diselenggarakan oleh TP PKK Kalimantan Selatan.

"Saya berharap semua kader PKK harus menjadi agen pemutus rantai covid-19. Itu harus dibuktikan. Tidak sesaat, namun bisa dilaksanakan secara berkesinambungan,” himbau Tri Tito Karnavian saat hadir membuka acara secara virtual, Senin (12/7/2021).

Tri pun meminta secara berjenjang semua kader ibu PKK mulai kabupaten, kecamatan, desa/kelurahan sampai RT/RW meneguhkan diri menjadi Satgas keluarga. Langkah nyatanya dengan disiplin mengingatkan anak-anak dan suami agar patuh protokol kesehatan.

"Ibu-ibu harus menjadi garda terdepan untuk melindungi keluarga dari penularan virus (Covid-19)," tegas Tri.

Penyuluhan Stunting dan Bahayanya Covid-19

Hal senada juga diungkapkan Pj Ketua TP PKK Kalsel, Safriati Safrizal. Ia meminta kader PKK terlibat aktif di wilayah masing-masing untuk memberikan penyuluhan stunting dan bahayanya Covid-19.

"Melalui gerakan ini, diharapkan individu, keluarga, dan masyarakat mampu menolong dirinya sendiri, juga tanggap dan tangguh bencana,” tutup Safriati.

Hadir dalam acara, Sekretaris Ditjen Bina Adwil Kemendagri, Indra Gunawan, Penjabat Gubernur Kalsel Safrizal ZA, perwakilan Walikota Banjarmasin dan Bupati Banjar, serta perwakilan TP PKK kabupaten kota se-Kalsel. Acara launching dan sosialisasi Gerakan Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana diadakan di Mahligai Pancasila, Banjarmasin.

(*)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel