Keuangan Inklusif Bisa Jadi Solusi Kemiskinan  

  • Akhir April, Rel Ganda Lintas Utara Beroperasi

    Akhir April, Rel Ganda Lintas Utara Beroperasi

    Tempo
    Akhir April, Rel Ganda Lintas Utara Beroperasi

    TEMPO.CO , Jakarta - Jalur ganda rel kereta api lintas utara Pulau Jawa yang menghubungkan Jakarta-Surabaya dipastikan siap beroperasi pada akhir April 2014. pekan depan. Menurut juru bicara Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Muhartono, dari total jalur ganda sepanjang total 727 kilometer, hanya 8 kilometer yang belum siap 100 persen. (Baca : Double Track Kereta Lintas Jawa Rampung Maret). …

  • Warning! Bank Mandiri Akuisisi BTN, Kredit Pemilikan Rumah Terancam Pu …

    Warning! Bank Mandiri Akuisisi BTN, Kredit Pemilikan Rumah Terancam Pu …

    TRIBUNnews.com
    Warning! Bank Mandiri Akuisisi BTN, Kredit Pemilikan Rumah Terancam Pu …

    TRIBUNNEWS.COM - Serikat karyawan Bank BTN mengingatkan, Bank Mandiri miskin pengalaman dalam hal penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR). …

  • Diakuisisi Mandiri,BTN Makin Rajai Kredit Properti

    Diakuisisi Mandiri,BTN Makin Rajai Kredit Properti

    Tempo
    Diakuisisi Mandiri,BTN Makin Rajai Kredit Properti

    TEMPO.CO , Jakarta - Meski menuai penolakan dari serikat karyawan, sejumlah analis menilai akuisisi PT Bank Tabungan Negara (Persero) oleh PT Bank Mandiri (persero) bakal memperkuat portofolio kredit keduanya. BTN diperkirakan akan memperkuat posisi di pasar properti. »Keberadaan BTN juga akan menambah portofolio kredit Bank Mandiri,” kata Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo, kepada Tempo. …

TEMPO.CO, Jakarta - Kemiskinan bukan sekadar perkara kepemilikan modal. Lebih jauh dari itu, yaitu ketiadaan akses masyarakat terhadap sistem keuangan yang membuat mereka menjadi kaum papa. "Melalui program Branchless Banking, Bank Indonesia memberikan fasilitas intermediasi dan distribusi untuk pelaksanaan program keuangan inklusif," kata peneliti eksekutif Departemen Penelitian dan Pengaturan Perbankan Bank Indonesia, Agusman, saat diskusi di Hotel Bidakara pada Senin, 29 April 2013.

Agusman menuturkan bahwa sistem branchless (tanpa kantor cabang) ini memungkinkan sistem pembayaran dan keuangan terbatas akan dilakukan dengan sarana teknologi. Jadi masyarakat yang tak terbiasa dengan sistem keuangan formal tetap bisa menabung meski tidak di bank. "Apalagi sekarang kebanyakan masyarakat memiliki handphone, ini memudahkan," ucapnya.

Ketua Koperasi Mitra Dhuafa, Slamet Riyadi, juga sepakat dengan konsep keuangan inklusif untuk memberdayakan masyarakat miskin. Namun, ia tidak setuju dengan skema yang dipaparkan Agusman. "Hanya sedikit masyarakat miskin, khususnya kaum ibu, yang bisa memanfaatkan teknologi," ucap Slamet.

Ia pun memilih untuk melakukan tatap muka dan diskusi agar masyarakat sadar akan proteksi terhadap dirinya sendiri. "Transaksi di koperasi kami juga tidak memakai agunan."

Dalam survei neraca rumah tangga Bank Indonesia (2011), hanya sekitar 48 persen rumah tangga yang memiliki tabungan di bank, lembaga keuangan non-bank, dan non-lembaga keuangan. Sisanya adalah warga yang seharusnya bisa diakomodasi kepentingan finansialnya melalui keuangan inklusif. Keuangan inklusif ini penting bagi kaum papa agar akses akan manajemen risiko (pensiun dan asuransi) menjadi tinggi.

MUHAMMAD MUHYIDDIN

Topik terhangat:

Gaya Sosialita | Susno Duadji | Ustad Jefry | Caleg | Ujian Nasional

Baca juga:

Susno Buron, Kejaksaan Tak Perlu Uber

Inilah Dinasti Politik Partai Demokrat

Gara-gara 'Nasi Kucing', Anas Batal ke KPK

Ical: Kasus Lapindo Efeknya Lebih Kecil dari ISL

Orang Miskin Dilarang 'Nyaleg'

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...