Keuangan Sulit, Pengeluaran Tim-tim Liga Inggris pada Bursa Transfer Januari 2021 Menurun 64 Persen

·Bacaan 1 menit

Bola.com, Jakarta - Fakta, pandemi COVID-19 membuat banyak tim sepak bola papan atas Eropa kesulitan keuangan. Ujung-ujungnya mereka pilih berhemat pada bursa transfer.

Hal di atas terlihat jelas pada bursa transfer bulan Januari 2021 yang telah ditutup per 1 Februari. Situs BBC mengutip data Carteret Analytics menulis pengeluaran tim-tim Liga Inggris pada bursa transfer Januari 2021 menurun 64 persen dibandingkan periode sama tahun 2020.

Tercatat pengeluaran tim Liga Inggris untuk transfer saat ini hanya 68 juta paun. Padahal pada Januari 2020 atau sebelum pandemi COVID-19, angka pengeluaran tim untuk transfer mencapai 188 juta paun.

Khusus untuk Liga Inggris sendiri atau Premier League, angka 69 juta paun merupakan terendah sejak 2012. Dan masih menurut Carteret Analytics, sepanjang bursa transfer Januari 2021, hanya ada tiga operasi perpindahan pemain yang diselesaikan dengan metode permanen.

Artinya tim-tim memilih metode transfer pinjaman yang memang lebih hemat dari sisi finansial. Eks pemain Liverpool, Don Hutchison meyakini apa yang terjadi pada bursa transfer musim dingin akan kembali terjadi saat transfer musim panas.

"Ini mungkin akan terjadi lagi pada musim panas. Saya pikir pandemi (COVID-19) jadi alasan tidak satu pun tim akan mengeluarkan 100 juta paun untuk membeli pemain," ujar Don Hutchison kepada BBC Radio 5.

Bukan Hanya Premier League

Jesse Lingard resmi bergabung dengan West Ham United dengan status pinjaman dari Manchester United. (dok. whufc.com)
Jesse Lingard resmi bergabung dengan West Ham United dengan status pinjaman dari Manchester United. (dok. whufc.com)

Hanya saja tren penurunan pengeluaran tim-tim pada bursa transfer musim dingin tidak hanya terjadi pada ajang Liga Inggris.

La Liga Spanyol bahkan mencatat penurunan 88 persen antara pengeluaran tim-tim pada bursa transfer bulan Januari 2021 dengan Januari 2020.

Sementara Bundesliga Jerman dan Ligue 1 Prancis turun 76 persen. Sementara Serie A Italia mencatat penurunan sebesar 63 persen.

Sumber: BBC

Saksikan Video Pilihan Kami: