Keuntungan Bank Bukopin Usai Diakuisisi KB Kookmin Bank, SDM Naik Kelas

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - KB Kookmin Bank telah menjadi pemegang saham mayoritas PT Bank Bukopin Tbk (BBKP). Proses akuisisi memberikan banyak keuntungan bagi bank yang berdiri pada 1970 tersebut.

Direktur Utama PT Bank KB Bukopin Tbk (BBKP), Rivan Achmad Purwantono mengatakan, aksi korporasi tersebut membuat SDM Bank Bukopin ikut naik kelas. Alasannya, transformasi yang dilakukan bank asal Korea Selatan itu tak hanya pada sistem, aplikasi dan teknologi. Melainkan adanya transfer pengetahuan dan pengembangan SDM.

"Mereka ini tidak hanya transfer knowledge tetapi menerapkan apa yang ada di sana, sehingga pengembangan SDM ini justru lebih cepat aplikasinya. Kami merasa bersyukur untuk ini," kata Rivan Jakarta, Kamis, (11/2/2021).

Rivan mengatakan, KB Kookmin Bank memiliki teknologi dan sistem data yang baik. Indonesia sebagai mitra strategisnya ini bisa mengakses 22 aplikasi atau pelayanan. Bahkan Aplikasi yang digunakan merupakan hasil dari pengembangan dari berbagai negara yang jadi mitra KB Kookmin Bank.

"Mereka mengenalkan 22 aplikasi atau layanan aplikasi yang mereka punya," kata dia.

Pihaknya juga melakukan menerapkan customer experience yang ada di berbagai di negara di Indonesia. Seperti sudah melakukan pelayanan kepada nasabah melalui video call dan terintegrasi dengan teknologi digital.

Meski begitu, pihaknya juga akan tetap akan beradaptasi dengan regulasi dan aplikasi yang digunakan di Indonesia.

"Kita juga menggunakan fitur yang dikebamgkan di Indonesia seperti QRIS dan kita ikut regulasi yang ada,"kata dia.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

OJK Restui Kookmin Bank Jadi Pemegang Saham Mayoritas Bank Bukopin

Suasana pelayanan nasabah di kantor pusat Bank Bukopin, Jakarta, Selasa (1/7/2020). Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi memberikan pernyataan efektif pelaksanaan Penawaran Umum Terbatas kelima (PUT V) Bukopin, pada Selasa (30/6). (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Suasana pelayanan nasabah di kantor pusat Bank Bukopin, Jakarta, Selasa (1/7/2020). Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi memberikan pernyataan efektif pelaksanaan Penawaran Umum Terbatas kelima (PUT V) Bukopin, pada Selasa (30/6). (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan persetujuan masuknya KB Kookmin Bank sebagai Pemegang Saham Pengendali (PSP) di Bank Bukopin yang merupakan hasil dari Penawaran Umum Terbatas V dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) yang dilakukan beberapa waktu lalu.

Persetujuan OJK tersebut dikeluarkan melalui Surat Keputusan Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan tanggal 30 Juli 2020.

Selain itu, induk usaha KB yaitu KB Financial Group (KBFG) yang merupakan group finansial terbesar di Korea Selatan, juga disetujui menjadi Ultimate Shareholder Bank Bukopin.

"Dengan keputusan OJK ini, maka Bank Bukopin saat ini memiliki 2 PSP yaitu KB Kookmin Bank dengan jumlah saham 33,90 persen dan Bosowa Corporindo sebesar 23,40 persen," kata Deputi Komisioner Humas dan Logistik Anto Prabowo dalam keterangannya, Rabu (5/8/2020).

Selain itu, saham lainnya dimiliki oleh Negara Republik Indonesia 6,37 persen, dan pemegang saham publik dengan kepemilikan di bawah 5 persen, mencapai 36,33 persen.

"Masuknya Kookmin Bank sebagai Pemegang Saham Pengendali diharapkan menjadi dukungan positif bagi perkembangan Bank Bukopin serta industri perbankan nasional sehingga bisa meningkatkan kontribusi dalam upaya pemulihan ekonomi," tegas Anto.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: