Keuntungan RI Gabung RCEP, Blok Perdagangan Bebas Terbesar Dunia Saat ini

Merdeka.com - Merdeka.com - Rapat Paripurna DPR RI, Selasa (30/8/2022) menyetujui pengesahan Rancangan Undang-Undang tentang Regional Comprehensive Economic Partnership Agreement (RCEP). Perjanjian RCEP juga disetujui oleh setiap fraksi sehingga sudah sah menjadi Undang-Undang.

RCEP sendiri merupakan sebuah perjanjian perdagangan bebas yang mencakup 10 negara ASEAN dan 5 negara mitra, yaitu China, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru.

"Pada hari ini merupakan hari bersejarah, karena pada tanggal 30 Agustus 2022, DPR RI telah meresmikan persetujuan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP)," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga dalam sesi teleconference, Selasa (30/8).

Menko Airlangga optimistis dengan masuknya Indonesia ke blok perdagangan terbesar ini. Sebab, RCEP disebutnya memegang porsi 27 persen dari perdagangan dunia, 29 persen dari PDB dunia, dan 30 persen dari populasi dunia, serta 29 persen dari FDI masuk di wilayah RCEP ini.

"RCEP tentu jadi kesempatan bagi Indonesia untuk meningkatkan impresinya dalam rantai pasok global. Terutama di kawasan RCEP," kata Menko Airlangga.

Menurut dia, negara-negara yang tergabung RCEP sendiri adalah negara mitra utama Indonesia yang tergabung dalam perdagangan dan investasi. "Setidaknya 60 persen dari total ekspor yang senilai USD 132,6 miliar, 71 persen diimpor USD 130 miliar, serta 47 persen dari investasi asing, atau USD 18,82 miliar di 2021," terangnya.

"Persetujuan RCEP diperkirakan bisa meningkatkan PDB nasional sebesar 0,07 persen di 2040, dengan kenaikan ekspor bisa mencapai USD 5 miliar. Juga dengan surplus perdagangan bisa diperkirakan naik 2,5 kali lipat," pungkas Menko Airlangga.

Minta Dukungan Singapura

singapura
singapura.jpg

Indonesia akan memainkan beberapa peran kunci terbaru dalam forum internasional, seperti jadi bagian dalam the Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) yang diklaim sebagai perjanjian perdagangan bebas terbesar dunia, serta Ketua ASEAN 2023.

Dengan demikian, Indonesia akan mengemban peran penting baru di kawasan regional selepas Presidensi G20 pada 2022 ini.

Untuk memuluskan hal tersebut, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyempatkan diri berkunjung ke Singapura, seraya meminta dukungan dari pihak Negeri Singa.

Dalam kunjungannya pada Selasa (30/8/2022) hari ini, Menko Airlangga telah melakukan pertemuan dengan Deputi Perdana Menteri Singapura, Menteri Luar Negeri Singapura, Menteri Industri dan Perdagangan Singapura.

"Terkait pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri dan Deputi Perdana Menteri atau (sekaligus) Menteri Keuangan Singapura, beberapa hal pokok yang dibahas adalah perkuatan kerjasama di kawasan Asean. Kemudian dukungan untuk pengembangan perekonomian antara Indonesia-Singapura, lalu dukungan terhadap kepemimpinan Indonesia di G20 dan Asean," bebernya, Selasa (30/8).

Menko Airlangga mengatakan, pemerintah juga sempat menyatakan minat Indonesia untuk menjadi on hold sekretariat RCEP, karena itu telah menjadi inisiatif Indonesia sejak 2011.

Sebagai informasi, RCEP merupakan sebuah perjanjian perdagangan bebas terbesar yang mencakup 10 negara ASEAN, dan 5 negara mitra Asean, yaitu China, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru.

"Pada saat keketuaan Indonesia di tahun 2023 diharapkan sekretariat dari RCEP yang merupakan blok perdagangan terbesar di dunia ini bisa disejajarkan di ASEAN. Setidaknya bisa jadi hal yang strategis bagi Indonesia," ungkapnya.

"Oleh karena itu, Indonesia meminta dukungan dari Singapura. Tentu kita akan meminta dukungan kepada negara-negara lain yang jadi bagian dari RCEP," pungkas Menko Airlangga.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com [bim]