Kevin Sanjaya Cedera, Pelatih Beberkan Kondisinya Sekarang

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta- Ganda putra andalan Indonesia Kevin Sanjaya sedang terkena cedera otot. Untungnya kondisi pasangan Marcus Gideon itu tidak terlalu parah dan diyakini akan bisa segera sembuh.

Kondisi terkini Kevin diungkapkan sendiri oleh pelatihnya Herry Iman Pierngadi. "Setelah Olimpiade itu memang Kevin ada masalah sedikit di bahu dan lututnya. Ada sedikit cedera di ototnya. Pemeriksaan sudah dilakukan dan hasilnya tidak terlalu riskan dan membahayakan," kata Herry.

"Tapi memang program latihannya jadi agak beda dari yang lain. Tidak bisa langsung tapi bertahap. Selain itu, Kevin juga harus rutin menjalani terapi. Untuk Marcus dan Ahsan/Hendra sampai hari ini semuanya masih berjalan normal," ujar Herry.

Herry sendiri saat ini sedang mempersiapkan ganda putra Indonesia untuk dua ajang beregu paling bergengsi di kancah bulutangkis dunia, Piala Sudirman dan Piala Thomas & Uber.

Piala Sudirman rencananya dihelat pada 26 September hingga 3 Oktober di Vantaa, Finlandia, berlanjut gelaran Piala Thomas & Uber pada 9-17 Oktober di Aarhus, Denmark.

Komentar

Ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya/Marcus Gideon memasukan poin melawan pasangan India Chirag Shetty/Satwiksairaj Rankireddy pada cabang bulu tangkis Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sports Plaza, Tokyo, Senin (26/7/2021). Kevin/Marcus menang 21-13 dan 21-12. (AP Photo/Markus Schreiber)
Ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya/Marcus Gideon memasukan poin melawan pasangan India Chirag Shetty/Satwiksairaj Rankireddy pada cabang bulu tangkis Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sports Plaza, Tokyo, Senin (26/7/2021). Kevin/Marcus menang 21-13 dan 21-12. (AP Photo/Markus Schreiber)

"Pasca Olimpiade itu, satu minggu kemudian kita sudah kembali latihan. Fokusnya ke pemulihan. Kalau sekarang sudah masuk minggu kedua dan ketiga, sudah masuk program- program peningkatan untuk persiapan Piala Sudirman dan Piala Thomas. Karena kedua turnamen itu kan berdekatan, hanya selang satu minggu," ungkap Herry saat ditemui Tim Humas dan Media PP PBSI di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (3/9) siang.

"Khususnya tim Olimpiade ya, Marcus/Kevin dan Ahsan/Hendra. Kalau yang lain kan sudah sejak sebelum Olimpiade rutinitas latihan sudah dijalankan, jauh lebih lama dan mereka sudah lebih siap," lanjutnya.

Persiapan

Ketidakberhasilan tim ganda putra merebut medali di Olimpiade Tokyo 2020 lalu, benar- benar dijadikan bahan evaluasi oleh Herry. Selain itu, ia juga membuka kesempatan bagi seluruh anak asuhnya untuk bersaing mendapatkan satu tempat di tim Piala Thomas Indonesia.

Saat ini, Herry memiliki tujuh pasangan ganda putra yang levelnya tidak terlalu jauh. Mereka adalah Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yotje Yacob Rambitan, Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri, dan Sabar Karyaman Gutama/Moh. Reza Pahlevi Isfahani.

"Ganda putra ini kan setelah Olimpiade boleh dibilang agak sedikit di bawah karena kita tidak berhasil dan itu evaluasi yang baik buat saya pribadi sebagai pelatih dan juga buat pemain. Jadi ke depan, persiapannya khusus untuk Piala Thomas kita bisa lihat, negara-negara mana yang unggul," ucap Herry.

"Saya juga membuka kesempatan untuk semua tim ganda putra untuk bergabung di Piala Thomas. Kriteria penilaiannya kan di latihan, kesiapan fisik, dan mentalnya dan termasuk di simulasi nanti. Bisa kelihatan siapa yang sudah siap dan itu yang akan terpilih," tutur Herry.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel